Kitab-kitab terdahulu dihapuskan seiring turunnya Alquran Al 'Adziim yang dijamin keasliannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala hingga akhir nanti.
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ ذَلِكَ خَيْرُُ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً {59}
"... Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS An-Nisaa': 59) (Husuulul Ma'muul bi Syarhi Tsalaatsatil Ushuul, halaman 33)
Jadi, jawaban dari pertanyaan bagaimana cara beriman kepada kitab-kitab sebelum Alquran? adalah dengan memercayainya, namun tidak menjalankan hukumnya, karena Alquran menjadi sumber dari segala sumber hukum.
Wallahu a'lam bisshawab.
(RIN)
(Rani Hardjanti)