Seolah hal itu tidak memengaruhi tekadnya mencari kebenaran, akhirnya ia melarikan diri dari lingkungan keluarganya pergi menuju rombongan yang lain. Salman Al Farisi pernah menganut agama Nasrani, namun merasa ada yang janggal, dia akhirnya berpindah.
Ketika bertemu seseorang, Salman pula bertanya kepadanya, ke manakah selanjutnya petunjuk yang harus dilalui. Ketika pencarian yang sekian kalinya, seseorang yang shalih yang tinggal di Nasihin tersebut berkata:
"Anakku, tidak seorang pun yang kukenal serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau kepadanya. Tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang Nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni."
"Ia nanti akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu-batu hitam. Seandainya kau dapat pergi ke sana,temuilah dia."
"Ia mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gambling. Ia tidak mau makan sedekah, sebaliknya bersedia menerima hadiah, dan di pundaknya ada cap kenabian yang bila kau melihatnya, segeralah kau mengenalinya."