Usulan Kenaikan Biaya Haji Sudah Menghitung 30% Penurunan Paket Layanan, Ini Penjelasannya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 21 Januari 2023 19:49 WIB
Usulan biaya haji 2023 sudah menghitung paket layanan. (Foto: Kemenag)
Share :

JAKARTA - Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief pun menanggapi dengan menyebut enurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 yang disusun pemerintah.

Dia menjelaskan bahwa yang diturunkan oleh Pemerintah Arab Saudi adalah paket layanan haji. Adapun yang dimaksud dengan paket itu adalah layanan dari 8-13 Zulhijjah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut juga dengan Armuzna atau Masyair.

 BACA JUGA:Usulan Biaya Haji 2023 Naik Kebijakan Tak Populer, Dirjen PHU: Menag Lindungi Hak Seluruh Jamaah

Untuk warga domestik, Pemerintah Arab Saudi menawarkan empat paket layanan Masyair tahun 2023 sebagai berikut:

1. Mulai SAR10,596 - SAR11,841 (sekitar Rp43 juta - Rp48 juta)

2. Mulai SAR8,092 - SAR8,458 (sekitar Rp33 juta - Rp34,5 juta)

3. Mulai SAR13,150 (sekitar Rp53,6 juta).

Di mana Saudi menawarkan juga paket keempat, mulai SAR3,984 (sekitar Rp16 juta), namun tidak ada layanan di Mina (hanya akomodasi dan konsumsi di Arafah dan Muzdalifah).

“Itulah yang disebut paket layanan haji yang ditangani oleh Syarikah atau perusahaan di Saudi. Harganya pada tahun lalu karena alasan pandemi, naik sangat signifikan. Tahun ini alhamdulillah diturunkan. Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30% dan itu sangat signifikan,” kata Hilman dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (21/1/2023).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya