Bahkan rata-rata filsuf, sastrawan, hingga orang yang menulis tentang sejarah adalah mereka yang telah selesai dan keluar dari penyendiriannya. Menurut Buya Syakur, pengalaman spiritual ini juga dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
"Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam saat menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui Malaikat Jibril di Gua Hira mengalami ketakutan yang dahsyat. Ia bahkan khawatir jika bisikan yang datang kepadanya adalah suara-suara imajiner yang ada di alam pikirannya," ucap Buya Syakur.
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kemudian bergegas turun dari Gua Hira dan pulang ke rumah dengan penuh kecemasan. Sampai di rumah langsung coba ditenangkan istri tercintanya Khadijah radhiyallahu anha.
"Wahai suamiku tercinta, aku yakin engkau orang yang benar, orang terbaik, orang yang menjunjung tinggi silaturahmi. Maka aku yakin bahwa bisikan yang datang kepadamu adalah bisikan dari makhluk yang benar," kata Khadijah sambil menyelimuti Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Menurut Buya Syakur, manusia saat dalam keramaian, kecerdasannya akan menurun. "Pada saat manusia menepi dari keramaian, kecerdasan individunya akan muncul. Sebab akan ada dialog antara dirinya dengan hatinya."
"Apabila engkau tidak merasa nyaman untuk melakukan sesuatu, maka jangan disangkal. Karena hatimu lebih tajam dalam memandang daripada matamu. Sebab mata mengalami keterbatasan dalam memandang dan menilai. Mata kita akan berhenti melihat apabila kita sudah menyucikan diri," jelas Buya Syakur.