Tidak lama berselang, tiba-tiba hidup Rahim berubah. Semuanya menjadi kacau, hubungannya dengan sesama memburuk, kariernya hancur dan benar-benar tidak terarah.
"Saya kehilangan akal," bebernya.
Hingga suatu hari sepupunya yang merupakan seorang Muslim taat mengantarnya ke masjid untuk menemui ustadz setempat. Ia diingatkan kalau selama ini hidupnya berjalan tanpa arah hingga akhirnya hancur.
Ternyata ucapan ustadz itu dia masukkan ke hatinya. Sampai akhirnya Rahim berdoa meminta ampunan dan pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan untuk pertama kali dalam hidupnya Rahim membuka kitab suci Alquran.
Surat yang ia selalu baca dan tersentuh adalah Al Insyirah. Rahim membacanya berulang kali, karena ayat 5 dan 6 yang berbunyi, "Fa inna ma'al usri yusra inna ma'al usri yusra," yang artinya "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Setelah Rahim Jung kembali ke Islam yaitu sesuai dengan fitrahnya dan giat beribadah, perlahan hidupnya membaik dan kembali seperti sedia kala. Namun kali ini meninggalkan kebiasaannya yang dulu, yakni terlalu terlena dengan kebahagiaan dunia yang menyesatkannya.
"Bagiku, hal yang membuat diriku (masuk Islam) tanpa keraguan ada dalam Alquran," pungkas Rahim Jung.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)