Perjuangan Dai Muda Ustadz Rus'an Dirikan Pesantren, Dulu Minus Kini Miliki Lahan 5 Hektare

Novie Fauziah, Jurnalis
Minggu 26 Februari 2023 13:26 WIB
Kisah perjuangan dai muda Ustadz Muhammad Rus'an membangun pesantren. (Foto: YouTube Rukun Indonesia)
Share :

INILAH kisah dai muda Ustadz Muhammad Rus'an mendirikan Pondok Pesantren Modern An-Nida seluas 5 hektaredi Leuwisadeng di Bogor Barat. Ia menceritakan perjuangannya mendirikan ponpes bersama sang kakak dari kondisi minus.

Mulanya pada tahun 2014, ketika masih berusia 22 tahun, Ustadz Rus'an berpikir dan berkeinginan mendirikan pondok pesantren. Padahal kala itu dirinya baru saja lulus mengabdi dari sebuah ponpes.

BACA JUGA:Kisah Wartawan Senior Ikhlas Istri dan Anak-anaknya Mualaf sampai Biayai Belajar di Pesantren 

Sementara itu, bangunan dan biaya yang seharusnya disiapkan masih minus. Tapi, Ustadz Rus'an dan sang kakak tetap berniat serta bertekad mendirikan pondok pesantren, karena tujuannya adalah dakwah serta mengabdi untuk umat.

"Kalau kita ngebuka (pesantren), ada santrinya aja," kata Ustadz Rus'an dalam kanal YouTube Rukun Indonesia.

Dikarenakan niatnya yang sangat besar, Ustadz Rus'an dan sang kakak mulanya menumpang di beberapa bangunan untuk tempat mengaji para santri.

BACA JUGA:Kisah Ustadz Ridwan, Tunanetra Peraih Gelar Doktor dan Pendiri Pesantren Tahfidz Quran 

Meski demikian, dirinya tetap ikhtiar agar impiannya bisa terwujud membangun pondok pesantren di usia muda.

"Pada saat itu kita masih ngebujang dua-duanya," ujar Ustadz Rus'an. 

Perlahan ikhtiarnya membuahkan hasil, ia akhirnya memiliki bangunan seperti asrama, kelas, hingga masjid. Kemudian baru mendapatkan legalitas pada 2018 setelah awal berdirinya di tahun 2014.

"Ini yang dinamakan perjuangannya, bukan dari nol, tapi dari minus," terang Ustadz Rus'an.

Ia melanjutkan, saat itu anggaran yang mereka miliki benar-benar minus. Namun karena niatnya untuk berdakwah, dirinya percaya bahwa akhirnya "kalkulator langitlah" yang akan bekerja.

Sedikit demi sedikit dari berbagai arah, rezeki untuk pembangunan pondok pesantren itu terkumpul.

Saat ini santri di ponpesnya berjumlah sekira 87 orang. Meskipun terbilang sedikit, terpenting menurutnya kualitas dari santri itu tetap terjaga.

"Sehari-hari harus pakai bahasa Arab, dan kami ada program tahfidz juga," beber Ustadz Rus'an.

Tidak hanya itu, ia juga membimbing para santri agar menjadi pribadi mandiri. Sehingga, semua makanan yang disajikan setiap harinya mayoritas hasil dari kebun dan peternakan milik ponpes. Para santri juga diajarkan mengolah makanannya sendiri.

"Jadi ketika itu sudah ada niat, Insya Allah. Upaya perjuangan itu naik turun, tapi tetap istikamah," pungkas Ustadz Rus'an.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya