KETAHUI 5 alasan kenapa bulan Syaban itu istimewa. Bulan Syaban begitu istimewa dan mulia. Tapi menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam sebuah hadits, bulan ini justru banyak dilupakan orang. Padahal, bulan Syaban menyimpan berbagai kebaikan bagi umat manusia.
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam sabdanya menjelaskan kedudukan bulan Syaban:
ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم -- حديث صحيح رواه أبو داود النسائي
"Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa." (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i)
Ya, bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memperbanyak berpuasa setiap bulan Syaban. Lantas, apa saja alasan bulan Syaban istimewa? Berikut penjelasannya, sebagaimana telah Okezone himpun.
BACA JUGA:Hukum Puasa Setelah Malam Nisfu Syaban
BACA JUGA:4 Amalan Syaban Menurut Rasulullah yang Dapat Dimaksimalkan Sebelum Ramadhan
1. Bulan memperbanyak puasa
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam seringkali mengerjakan puasa sunnah pada bulan Syaban. Dalam beberapa hadits disampaikan bahwa Rasulullah mengerjakan paling banyak puasa pada dua bulan yakni Ramadhan dan Syaban.
Dalam salah satu hadits riwayat Imam Bukhari, Aisyah Radhiyallahu anha pernah berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah melebihi (puasa sunnah) di bulan Syaban."
2. Terkandung banyak pahala
Alasan selanjutnya bulan Syaban sangat istimewa adalah di dalamnya terkandung banyak pahala. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah menjelaskan bulan Syaban banyak dilupakan sehingga siapa pun yang melaksanakan ibadah di bulan ini, ada ganjaran pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dalam hadits riwayat Imam Muslim dijelaskan, "Beribadah di waktu haraj (banyak manusia lalai) pahalanya seperti berhijrah kepadaku."
3. Amalan manusia diangkat
Amalan setiap umat manusia akan diangkat pada bulan Syaban. Maksudnya, malaikat akan menyerahkan catatan amal tersebut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR An-Nasa'i. Syekh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, "Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah." (Lathoif Al Ma'arif, 235)
4. Bulan membaca Alquran
Para pembaca Alquran akan menjadikan bulan Syaban sebagai momen yang tepat untuk makin gencar membaca ayat-ayat suci Alquran. Seperti dikatakan Anas Radhiallahu Anhu:
"Kaum Muslim ketika telah memasuki bulan Syaban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadhan."
Selain itu kaum Muslimin juga menganggap bulan Syaban adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa-doa terbaik.
5. Diturunkan ayat sholawat
Bulan Syaban begitu istimewa. Bagaimana tidak, Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan perintah agar manusia bersholawat melalui sebuah ayat Alquran pada bulan Syaban.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, Sholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-Nya." (QS Al Ahzab: 56)
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)