INILAH kisah mualaf Nicolaus Musa Mang Jati Darato. Ia dulunya adalah seorang pemuka agama. Nico mendapat gelar kehormatan di agama sebelumnya sehingga keberadaannya cukup disegani.
Saat dirinya mendatangi sebuah tempat karena ketertarikannya dengan Islam dan bertemu dengan ustadz yang sedang meruqyah, Nico disebut kesurupan jin. Awalnya dia tidak terima, karena di agamanya dulu tidak pernah ada istilah tersebut.
"Di situ ustadznya bilang, itu kerasukan jin, karena waktu itu saya masih non-Muslim. Secara spontan saya enggak terima, soalnya (di agama dulu) itu enggak ada namanya jin," kata Nico seperti dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas.
Setelah dikaji lebih dalam, ternyata yang dimaksud jin itu adalah jin qorin. Makhluk halus ini pasti ada di dalam diri setiap manusia, bahkan setelah meninggal dunia pun masih ada.
Keinginannya mempelajari Islam makin kuat. Nico mulai membanding-bandingkan dengan agama sebelumnya, khususnya kematian sosok Tuhan yang dianggap janggal.
Di dalam kitabnya kala itu disebabkan bahwa kematian sosok itu belum tervalidasi secara akurat. Terlebih lagi tentang agama yang dibawanya diklaim sebagai kepercayaan langsung diajarkan oleh sosok itu sendiri.
"Mulai tergoncang hati saya, soalnya faktanya itu tidak jelas," ujar Nico.
Hingga akhirnya dirinya yakin dengan Islam dan memutuskan membaca dua kalimat syahadat, tepatnya pada 25 Desember 2016. Menurut Nico, tidak ada kata terlambat untuk bertobat bersyahadat, sehingga kini dirinya resmi masuk Islam.
"Makanya saya memilih Islam karena lebih banyak memang yang sesuai. Entah itu dari keilmuan, dari sanad, dan lain sebagiannya itu sesuai dengan hati saya," pungkasnya.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)