Bolehkah Memberikan Zakat Fitrah Sekeluarga Kepada Satu Orang Saja?

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 18 April 2023 09:38 WIB
Hukum memberikan zakat fitrah sekeluarga pada satu orang saja. (foto: Freepik)
Share :

Hal ini tercantum dalam gramatikal Arab yang ditulis oleh Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi, yang menyebutkan

(ولا يقتصر) في إعطاء الزكاة (على أقل من ثلاثة من كل صنف) من الأصناف الثمانية (إلا العامل)؛ فإنه يجوز أن يكون واحدا إن حصلت به الحاجة فإن صرف لاثنين من كل صنف غرم للثالث أقل متمول. وقيل يغرم له الثلث.

“Dan tidak boleh meringkas dalam memberi zakat atas jumlah yang kurang dari tiga orang dari setiap golongan mustahiq zakat yang ada delapan, kecuali ‘amil, maka boleh diberikan hanya kepada satu orang jika dengan satu orang tersebut terpenuhi kebutuhan. Maka jika zakat diberikan kepada dua orang dari setiap golongan, wajib mengganti rugi kepada orang ketiga berupa minimal harta yang bisa dihargai. Sebagian pendapat mengatakan ganti ruginya adalah sepertiga.” (Syekh Ibnu Qasim al-Ghuzzi, Fath al-Qarib Hamisy Qut al-Habib al-Gharib, hal. 213).

Ini yang menjadi landasan bahwa zakat fitrha tidak boleh diberikan kepada satu orang mustahiq saja.

Sementara itu, menurut pendapat Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad bin Hanbal, segal bentuk jenis zakat, termasuk zakat fitrah, boleh diberikan kepada satu orang mustahiq dan tidak wajib diratakan kepada seluruh kelompok penerima (ashnaf).

Syekh Abu Bakr bin Syatho mengatakan:

و0قال ابن حجر في شرح العباب قال الأئمة الثلاثة وكثيرون يجوز صرفها إلى شخص واحد من الأصناف. قال ابن عجيل اليمني ثلاث مسائل في الزكاة يفتى فيها على خلاف المذهب، نقل الزكاة، ودفع زكاة واحد إلى واحد، ودفعها إلى صنف واحد.

 

“Syekh Ibnu Hajar berkata dalam Syarh al-‘Ubab, berkata tiga imam dan banyak ulama (Syafi’iyah), boleh memberikan zakat kepada satu orang dari beberapa ashnaf. Ibnu ‘Ujail al-Yamani berkata, tiga permasalahan zakat yang difatwakan berbeda dengan pendapat al-Madzhab, kebolehan memindah zakat, kebolehan memberi zakatnya satu jiwa kepada satu orang, dan kebolehan memberi zakat kepada satu golongan.” (Syekh Abu Bakr bin Syatho, I’anah al-Thalibin, juz.2, hal. 212).

Dari kedua pendapat di atas, terlihat bahwa persoalan zakat fitrah boleh diberikan kepada satu orang atau tidak, masih menjadi perdebatan. Oleh karena itu, NU Online menyimpulkan, masing-masing dari dua pendapat tersebut boleh saja untuk diikuti.


Waallahua'lam.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya