Khusus rute Jamarat – Mahbas Jin – Terminal Bab Ali, itu kewenangannya diserahkan penuh ke otoritas di Makkah. Sehingga idak boleh ada satu negara pun yang mengelola sendiri untuk jemaahnya. Imbasnya, bus yang disiapkan pada jalur itu, boleh dinaiki jemaah dari berbagai negara yang tinggal di daerah rute tersebut.
BACA JUGA:
“Jemaah haji Indonesia di Mahbas Jin, akan menggunakan bus shalawat bersama-sama dengan jemaah dari negara lainnya. Karena aturan otoritas Makkahnya begitu. Kita tidak bisa mengelola rute itu seperti 11 rute lainnya,” sambungnya.
BACA JUGA:
Karena itu, Subhan mengimbau jemaah menghindari waktu padat saat akan ke Masjidil Haram atau pulang ke hotel. Bus Shalawat beroperasi selama 24 jam. “Untuk menghindari kepadatan, jemaah dapat berangkat satu atau jam sebelum waktu salat, dan satu atau dua jam lebih akhir usai salat berjamaah saat akan pulang ke hotel. Itu akan lebih longgar,” tandasnya.
(Fakhrizal Fakhri )