Jalan Tengah Ibadah Tarwiyah untuk Jamaah Haji, Tidak Difasilitasi tapi Tak Dilarang

Maruf El Rumi, Jurnalis
Rabu 21 Juni 2023 15:02 WIB
Jamaah Haji saat Wukuf di Arafah (Foto: Dani Jumadil Akhir)
Share :

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tidak akan memfasilitasi pelaksanaan ibadah tarwiyah demi menjaga kondisi fisik jamaah haji jelang puncak haji pada 9 Dzulhijjah. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman beberapa tahun sebelumnya, saat Kemenag masih memberikan fasilitas tarwiyah pada jamaah.

Tarwiyah adalah proses menginap jamaah haji di Mina sebelum melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Tarwiyah dilakukan calon haji dengan cara meninggalkan Makkah menuju Mina di pagi hari pada 8 Dzulhijjah (miqat zamani) dengan berpakaian ihram dan berniat menunaikan ibadah haji. Di Mina mereka menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya hingga salat Subuh tanggal 9 Dzulhijjah.

Setelah melakukan kajian dan berdasarkan pengalaman pengalaman sebelumnya, pemerintah merasa tidak mungin memfasilitasi kegiatan tarwiyah.

"Dari pengalaman sebelumnya, memberangkatkan 221 ribu jamaah itu butuh waktu dari pagi sampai jam 12 malam, itu hanya untuk memobilisasi dari Makkah ke Arafah, sehingga, tidak bisa dibayangkan bagaimana rumitnya mobilisasi ke dua tempat nyaris bersamaan, pertama ke Mina untuk tarwiyah tapi juga memobilisasi jamaah ke Arafah," kata Direktur Bina Haji Arsad Hidayat kepada Media Center Haji (MCH).

Di sisi lain, pemerintah juga tidak bisa sepenuhnya melarang jamaah melakukan ibadah tarwiyah. Karena itu, sebagai jalan tengah, pemerintah tidak bisa melarang tapi memberikan syarat kepada jamaah atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umrah (KBIHU) yang ingin melakukan tarwiyah.

Kemenag, lanjut Arsad, kepada siapa saja yang melakukan tarwiyah harus mengisi surat pernyataan berisi semacam komitmen bertanggung jawab terhadap apa apa yang dilakukannya.

Dijelaskan Arsad, satu sisi, haji merupakan ibadah fisik karena medannya cukup berat, sehingga saat pelaksanaan kondisi jamaah tidak drop. Di sisi lain pemerintah tetap harus juga mengambil peran di sana.

"Karena itu, tetap ada beberapa tim yang diutus untuk melakukan monitoring semoga tidak ada apa-apa," ujar Arsad.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya