Ayat ini menjelaskan bahwa anginlah yang membentuk awan berikut semua jenisnya, seperti awan stratus. Awan stratus terbentang secara horizontal, dan berbentuk lapisan sepanjang 200 kilometer.
Awan tsunami bisa dinamakan juga awan stratus, bentuknya memanjang di lapisan pertama paling bawah. Demikian juga di lapisan ketiga terbawah, lalu lapisan keempat, dan seterusnya.
Para ilmuwan mengatakan awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur, dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan saja.
Namun, turunnya hujan melalui awan stratus tidak terjadi di setiap kondisi, hanya dalam keadaan tertentu. Hujan tidak akan turun kecuali jika empat lapisan awan berkumpul menjadi satu.
Jika hanya tiga lapisan yang berkumpul, hujan tetap akan terbentuk, tapi tidak akan jatuh ke bumi karena sudah menguap di udara. Sebab, ketebalan butiran-butiran air hanya sedikit.
Adapun ketika dua lapisan awan berkumpul, hujan tidak akan terbentuk. Pada titik inilah ungkapan kisafan yang dikatakan oleh ayat di atas menemukan kebenarannya.