Mengucap Salam di dalam Gua Hira, Tempat Nabi Muhammad SAW Terima Wahyu Pertama

Maruf El Rumi, Jurnalis
Rabu 19 Juli 2023 07:49 WIB
Mengucap salam di dalam gua hira (Foto: MCH 2023)
Share :

Jika lelah, jamaah juga bisa rehat di beberapa titik tempat pedagang menggelar lapaknya. Di tempat tersebut, pendaki bisa rehat sejenak meluruskan kaki. Paling penting adalah pandai mengukur kemampuan diri dan sabar. Tidak usah memaksakan diri, jika merasa capek, istirahat. Kalau sudah siap baru melanjutkan perjalanan.

Tidak kalah penting, tak perlu membawa tas atau apapun yang justru bisa memberatkan perjalanan. Bawa minuman satu botol ukuran 250 mililiter sudah cukup. Jika dirasa butuh bantuan tongkat sebenarnya bisa membeli di bawah. Tapi, melihat kondisi tangga, tongkat mungkin bisa sedikit membantu meringankan beban saat naik dan turun tangga.

Setelah tiba di puncak, bisa istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjuangan masuk ke dalam gua hira. Untuk masuk ke gua hira, dari puncak bukit turun lagi ke bawah. Turunan ke bawah cukup curam dan harus bergantian dengan jamaah lain. Di sini menjadi titik krusial. Antrean akan padat karena jalur jamaah yang menuju dan kembali ke gua melewati jalur sama. Ditambah, jalan menuju ke pintu masuk gua hira berada tepat di turunan tangga terakhir, dengan lubang kecil.

Ada jalur lain, sedikit memutar lewat di atas pintu masuk gua hira. Tapi, ini bukan jalur favorit karena membutuhkan effort besar dengan sisi kiri adalah lembah. Antrian ke arah pintu masuk gua tersebut membuat jalan masuk dan keluar menjadi crowded dan jika tidak sabar akan ada aksi saling dorong. Setelah masuk lorong sempit di dekat tangga, baru terlihat pintu gua hira.

Pintu tersebut hanya bisa masuk dua orang dan satu orang keluar dengan desakan-desakan dan bergantian ke dalam berukuran panjang sekitar 3,7 meter dan lebar 1,60 meter dengan pintu masuk yang sempit. Sehingga di dalam gua, tidak banyak waktu yang dimiliki. Dorongan dan desakan dari luar membuat jamaah mendapatkan tekanan harus bergegas meninggalkan tempat malaikat Jibril menuntun Rasulullah melafalkan surat Al Alaq ayat 1-5.

Saat berada di dalam gua, ada jamaah yang mengusap, mencium batu yang berada di dalam. Jamaah lain, memilih selfie dan melakukan live di media sosial sebagai bukti atas jerih payahnya mencapai gua tersebut.

Habib Husein Jafar yang naik ke Jabal Nur mengatakan, salah satu hikmah dari perjalanan menuju gua hira hahwa sesungguhnya seorang muslim terdepan dalam membaca, karena wahyu pertama adalah bacalah.

"Tapi seperti kita tahu Indonesia sebagai populasi muslim terbesar dunia, salah satu negara dengan minat baca terendah di dunia, itu juga catatan," kata Habib Jafar.

Habib sendiri tidak turun ke bawah melihat kerumunan dari atas. "Saya melihat bagaimana jamaah rebutan masuk gua hira, sehingga kita menyikut orang lain, makanya tadi saya tidak berusaha masuk ke gua hira karena khawatir menyakiti orang lain dan juga menyakiti diri sendiri, karena kata nabi jangan sakiti dirimu apalagi menyakiti orang lain," pungkasnya

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya