Sebagai penyelenggaraan haji perdana dengan kuota normal setelah pandemi covid-19, Fathullah menilai pelaksanaannya sangat baik.
Konsumsi yang diberikan tiga kali sehari bercita rasa Indonesia. Hotel yang dia tempati di Makkah dan Madinah juga nyaman.
"Petugas haji, baik kloter maupun non-kloter, trengginas, cekatan, ramah lansia, dan profesional," paparnya.
"Saya tinggal di Syisyah, bus sholawat tersedia 24 jam full, walaupun cuma 2 orang penumpangnya tetap mau jalan," ceritanya.
Maklum, Fathullah berada di kota kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ini hingga menjelang akhir operasional Daerah Kerja Makkah.