Jadilah Kasim dan istrinya hidup mewah di negerinya dengan harta melimpah. Sebaliknya, Ali Baba yang tidak mendapat warisan hanya hidup sederhana. Dia juga menikah dengan orang miskin.
Suami istri miskin ini memutuskan tinggal di tepi hutan di daerah pegunungan. Ali Baba tidak pernah minta bagian harta warisan ayahnya yang dikuasai Kasim.
Pada suatu hari, Ali Baba hendak mengambil kayu di hutan dan dijual kembali ke kota. Namun, ia bersembunyi di atas pohon saat melihat 40 perampok menyembunyikan harta hasil jarahan di sebuah gua.
Saat itu Ali Baba menguntitnya dari belakang dan mendengar mantra untuk membuka serta menutup gua tersebut. Sepeninggal gerombolan perampok itu, Ali Baba pun mengucapkan mantra "Iftah ya simsim" atau "Sesemi terbukalah". Dia berhasil membuka gua.
Betapa terkejutnya Ali Baba ketika melihat kain mahal, perak, berlian, dan kepingan emas berkarung-karung di gua itu. Langsung dia mengambil sedikit emas tersebut dan berlalu pergi.