KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menggelar Sayembara Desain Batik Haji Indonesia dengan hadiah pemenang utama sebesar Rp78 juta. Para desainer, perancang busana, dan pihak yang berminat pun diundang untuk mengikuti sayembara ini.
"Motif seragam batik yang dikenakan jamaah Indonesia pada operasional haji 1444 H/2023 M sudah digunakan sejak 2011. Kami memandang perlu dilakukan penyegaran dengan motif baru yang lebih inovatif serta mencerminkan kultur, budaya, dan identitas Indonesia," terang Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief di Jakarta.
"Sayembara dimaksudkan untuk mengajak keterlibatan publik dalam membuat desain batik jamaah haji Indonesia," imbuhnya, dikutip dari haji.kemenag.go.id, Senin (28/8/2023).
Ia mengatakan, pendaftaran Sayembara Desain Batik Haji Indonesia sudah dibuka secara daring melalui aplikasi Pusaka Kemenag yang bisa diunduh melalui playstore, appstore, atau tautan pusaka.kemenag.go.id. Berakhir pada 5 September 2023 pukul 16.00 WIB.
Hilman melanjutkan, panitia melibatkan lima dewan juri yang diketuai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Eny Retno Purwaningtyas.
Empat dewan juri tersebut adalah Komaruddin Kudiya (ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia atau APPBI), Irna Mutiara (desainer/perancang busana), Monika Jufry (desainer/perancang busana), dan Yufie Safitri Sobari (desainer/perancang busana/akademisi)
"Pemenang sayembara akan diumumkan pada 2 Oktober 2023, bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Seragam batik yang baru ini diharapkan sudah bisa digunakan pada musim haji 1445 H/2024 M," harapnya.
Syarat Pendaftaran
Direktur Layanan Haji dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab menjelaskan peserta harus mengunggah seluruh dokumen saat melakukan pendaftaran. Dokumen yang diunggah bisa dalam bentuk pdf atau jpg.
"Salah satu dokumen yang harus di-upload adalah konsep desain batik," terang Saiful, "Panitia akan melakukan seleksi administrasi atas dokumen yang telah diisi dalam proses pendaftaran. Hanya peserta yang lulus seleksi administrasi yang akan masuk tahap penjurian."
Menurut dia, penjurian akan dilakukan dalam dua tahap. Penjurian tahap pertama dilakukan untuk menilai konsep desain batik yang ditawarkan. Dari sini, dewan juri akan memilih 10 desain terbaik untuk masuk finalis.
"Sepuluh finalis harus mewujudkan konsep desain seragam haji Indonesia dalam bentuk busana laki-laki (kemeja/jaket/blazer) dan untuk wanita (tunik/outer wear) menggunakan kain batik cap dengan bahan katun terbaik," ujarnya.
"Penjurian tahap kedua akan menentukan satu pemenang utama dan sembilan finalis," pungkasnya.
(Hantoro)