Khadijah kemudian menyelimuti Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sampai tenang. Kemudian Rasulullah bercerita tentang apa yang baru dialaminya yakni menerima wahyu pertama.
Dalam ceritanya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengatakan kepada Khadijah bahwa dirinya merasa takut atas kejadian yang baru menimpanya.
Khadijah pun menjawab, "Tidak, sekali-kali tidak. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya, karena engkau penyambung silaturahmi, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memuliakan tamu, dan menolong untuk kebenaran."
"Dialog dalam riwayat ini mencerminkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bahkan sudah dikenal baik dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi oleh masyarakat Quraisy, sejak sebelum diangkat menjadi utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sehingga, Khadijah bisa menjelaskan hal itu saat berdialog dengan Nabi Muhammad," jelas Menag.
"Mari, jadikan momentum Maulid ini antara lain untuk meneladani sosok Nabi yang suka menyambung silaturahmi, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memuliakan tamu, serta menolong untuk kebenaran," pungkasnya.
(Hantoro)