Kemenag Mengikhtiarkan Haji Sehat, Nyaman, dan Mabrur pada 2024

Hantoro, Jurnalis
Kamis 02 November 2023 09:05 WIB
Ilustrasi Kemenag terus melakukan ikhtiar untuk mewujudkan haji sehat, nyaman, dan mabrur pada 2024. (Foto: Antara)
Share :

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) terus melakukan persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Salah satunya terkait kesehatan jamaah haji.

Staf Khusus Menag Bidang Komunikasi Publik dan Teknologi Sistem Informasi Wibowo Prasetyo mengatakan Haji Ramah Lansia 2023 banyak memberikan pelajaran tentang pentingnya melakukan persiapan yang lebih dini terkait kesehatan jamaah haji.

Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat jamaah Indonesia yang wafat pada operasional haji 1444 H/2023 M jumlahnya tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Ketika operasional, jamaah yang wafat mencapai 774 orang dan masih bertambah setelah musim haji.

"Haji 2023 memberi pelajaran kepada kita tentang pentingnya mempersiapkan lebih dini kesehatan jamaah haji. Pada haji 2024, kita akan mengikhtiarkan haji sehat, nyaman, dan mabrur. Mudzakarah Perhajian yang membahas istithaah kesehatan menjadi salah satu langkah awal," terangnya di Jakarta, Rabu 1 November 2023, dalam keterangan yang diterima Okezone.

Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 23–25 Oktober 2023 telah merumuskan sembilan rekomendasi. Salah satu poin menggarisbawahi pentingnya pemenuhan istithaah kesehatan (badaniyyah) sebagai bagian dari pemenuhan syarat wajib pelaksanaan ibadah haji.

Dia mengungkapkan, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan Kemenag, salah satunya menumbuhkan kesadaran jamaah akan pentingnya menjaga kesehatan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Apalagi, istithaah kesehatan akan menjadi syarat pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) dan keberangkatan jamaah ke Tanah Suci. 

Kemenag dan Kementerian Kesehatan akan bersinergi dalam menerapkan dua skema pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan tahap awal akan dilakukan mulai November 2023 untuk jamaah yang masuk perkiraan bisa diberangkatkan pada musim haji 2024. Skema ini diharapkan dapat memberi informasi awal kepada jamaah tentang kondisi kesehatannya.

"Jamaah yang diperiksa dan sehat, diminta untuk menjaga kesehatannya dan pada saatnya nanti bisa melakukan pelunasan biaya haji. Jamaah yang diperiksa dan ada sakit yang diderita, diminta melakukan pemulihan pada saatnya nanti bisa melakukan pelunasan biaya haji," imbaunya. 

"Tentu ada sejumlah penyakit yang tidak memungkinkan jamaah bisa diberangkatkan. Kita berharap sakit dalam kategori ini tidak diidap jemaah haji Indonesia sehingga mereka bisa berangkat," imbuhnya.

"Untuk meringankan beban biaya pemeriksaan kesehatan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan akan mendiskusikan skema pembiayaan pemeriksaan kesehatan jamaah haji agar bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan," jelasnya. 

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya