Jumat Perdana di Masjidil Haram, Ini Imbauan Kemenag untuk Jamaah Haji Indonesia

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 24 Mei 2024 15:12 WIB
Jamaah Haji Indonesia di Masjidil Haram/Foto: Sigit Kurniawan/ MCH 2024
Share :

MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerbitkan imbauan terkait Sholat Jumat di Masjidil Haram. Hari ini adalah Jumat perdana mereka di Tanah Suci..

Jamaah yang akan ke Masjidil Haram, diimbau berangkat lebih awal agar bisa mendapat tempat di dalam dan terhindar dari kepadatan. Sebab, cuaca di Makkah sangat terik.

Pesan ini disampaikan saat membacakan keterangan resmi Kementerian Agama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Widi menyampaikan, Masjidil Haram hari ini akan lebih padat dipenuhi jemaah yang akan menunaikan Sholat Jumat.

“Untuk menghindari kepadatan antrean di halte dan terminal, jemaah agar menyesuaikan waktu keberangkatan dari hotel maupun waktu kepulangan dari Masjidil Haram dengan menggunakan bus shalawat,” ujar anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda, Jumat (24/05/2024).

Dia melanjutkan, jamaah yang akan ke Masjidil Haram diimbau berangkat lebih awal, satu atau dua jam sebelum waktu salat, atau jam 10 waktu setempat.

“Dengan datang lebih awal, jemaah dapat salat di dalam masjid dan menghindari potensi kemungkinan penutupan terminal dan berpotensi salat di luar masjid dengan risiko kepanasan,” katanya.

“Setelah salat, jamaah agar pulang lebih lambat, menunggu 30 – 60 menit atau pulang setelah jam 14.00 WAS, hal ini untuk menghindari antrean dan penumpukan jemaah di terminal bus. Pastikan naik bus sesuai rute tujuan yang akan membawa kembali ke hotel,” urainya.

Sementara, untuk memudahkan jamaah mengenali, ia menjelaskan, setiap bus dipasang stiker dengan desain dan warna yang berbeda-beda. Stiker itu berisi informasi rute, nomor rute, dan warna rute.

“Jika ada jamaah yang tidak bisa membaca tulisan rute, bisa mengingat nomor atau warna. Setiap jamaah juga dibekali kartu yang sama dengan stiker bus shalawatnya,” ucapnya.

PPIH Arab Saudi meminta agar jamaah ketika ke Masjidil Haram atau berpergian ke luar hotel dipastikan selalu membawa dokumen penting berupa paspor dan dokumen penting lainnya yang ada di tas kecil masing-masing dan membawa kantong atau plastik untuk menyimpan sandal.

“Jangan menitipkan sandal ke orang lain atau sesama jemaah. Selalu mengenakan identitas pengenal berupa gelang dan smart card, tetap berkelompok untuk menghindari potensi tersesat di masjid atau terminal,” tandasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya