MAKKAH - Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi akan menjadi tantangan tersendiri untuk seluruh jamaah haji asal Indonesia. Pasalnya, saat musim Haji 2024, suhu di Arab Saudi diperkirakan mencapai 50 derajat celcius.
Pantauan Okezone di Makkah, Selasa (11/6/2024), suhu rata-rata di Arab Saudi sekitar 43°C dengan kelembaban 10 persen. Berbeda jauh dengan di Indonesia yang rata-rata panas 33-35°C dengan kelembaban di atas 60 persen. Situasi ini dapat menyebabkan jamaah haji Indonesia menjadi tidak berkeringat meski panas menyengat.
Menyadari perlunya peningkatan kenyamanan, Kerajaan Arab Saudi membangun sistem pendingin udara terbesar di dunia. Hal ini untuk menciptakan suasana nyaman bagi jamaah haji untuk beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Madinah.
Okezone yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) 2024, mengamati di sekitar pelataran Masjidil Haram, terdapat ratusan kipas angin berukuran besar yang menyemprotkan titik-titik air sehingga udara akan terasa sejuk, suasana terasa lembab tanpa ada tetesan dan bekas-bekas air.
Sementara di Masjid Nabawi, Otoritas Saudi membangun stasiun AC sentral tersebar di lahan seluas 70.000 meter persegi yang terletak tujuh kilometer dari Masjid Nabawi. Pendingin ini menghasilkan air dingin yang mencapai suhu 5 derajat Celcius.
Air dingin ini dialirkan ke 151 unit penanganan udara, yang mengolah dan mendistribusikan udara sejuk melalui jaringan pipa yang terintegrasi di pilar-pilar.
Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Khalilurrahman mengingatkan jamaah haji agar senantiasa menjaga kesehatan diri di Makkah. Mengingat, saat ini kondisi cuaca di Kota Makkah cukup panas dibandingkan di Indonesia dan jemaah masih memiliki masa tunggu yang cukup panjang hingga puncak haji.
"Cuaca di Makkah cukup ekstrem. Jika siang, bahkan suhunya menembus 42 derajat celcius. Jangan banyak melakukan aktivitas di luar saat siang hari. Jaga kesehatan hingga hari Arafah nanti. Karena haji adalah Arafah," ujarnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kasi Kesehatan Daker Makkah Nurul Jamal menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jamaah saat beraktivitas di tengah cuaca panas Makkah.
"Pertama, jangan lupa membawa dan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti payung, topi, kacamata, dan masker saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari," kata Jamal.
Kedua, minum air yang cukup. "Jangan tunggu haus. Minum sesering mungkin. Kalau perlu minum oralit agar elektrolitnya cepat terganti," tutur Jamal.
Ketiga, bawa semprotan air bila beraktivitas di luar ruang. Gunakan ini untuk membasahi bagian tubuh yang terpapar sinar matahari langsung.
"Keempat, ini yang penting juga, jangan beraktivitas berlebihan terutama jalan kaki di siang hari," pesan Jamal.
(Fahmi Firdaus )