JAKARTA - Sungai Eufrat terbentang dari dataran tinggi Anatolia Tenggara di Turki, mengalir melalui wilayah Suriah dan Irak. Kemudian aliran sungai bergabung dengan Sungai Tigris di bagian selatan Irak sebelum bermuara di Teluk Persia.
Baru-baru ini Sungai Eufrat mengering. Fenomena ini memicu warga lokal berbondong-bondong menggali tanah di tepi sungai. Mereka berharap menemukan emas yang terlihat berkilauan di dasar sungai yang kini mengering.
Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai terbesar di kawasan Asia Barat Daya. Panjangnya mencapai sekitar 2.781 km atau 1.730 mil.
Ahli geologi mengingatkan munculnya warna berkilau belum tentu berarti emas.
Melansir Shafaq News, insinyur geologi, Khaled al-Shammari menyebut hanya analisis ilmiah yang dapat memastikan apakah mineral terlihat adalah emas atau bukan.
Mineral berkilau ditemukan di Eufrat sebelumnya ternyata adalah pyrit atau “emas bodoh” yang menyerupai emas, tapi tidak bernilai tinggi secara ekonomi.
Melansir laman muslim, fenomena akan mengeringnya sungai Eufrat ini merupakan salah satu tanda dekatnya hari Kiamat yang disebutkan Nabi Muhammad SAW:
لا تَقُومُ السَّاعَةُ حتَّى يَحْسِرَ الفُراتُ عن جَبَلٍ مِن ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عليه، فيُقْتَلُ مِن كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وتِسْعُونَ، ويقولُ كُلُّ رَجُلٍ منهمْ: لَعَلِّي أكُونُ أنا الذي أنْجُو
“Kiamat tidak akan terjadi sampai Eufrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan akulah orang yang selamat.‘” (HR. Muslim no. 2894)
Yang dimaksud dari kata (انحسار) adalah tersingkapnya apa yang ada di dalam sungai tersebut karena airnya hilang. Sebagaimana diungkapkan Syekh Sulaiman Al-Asyqar hafidzahullahu,
ومعنى انحساره: انكشافه لذهاب مائه، كما يقول النووي، وقد يكون ذلك بسبب تحول مجراه، فإن هذا الكنز أو هذا الجبل مطمور بالتراب وهو غير معروف، فإذا ما تحول مجرى النهر لسبب من الأسباب ومرّ قريباً من هذا الجبل كشفه، والله أعلم بالصواب
“Maksudnya adalah tersingkap karena airnya mengering. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi rahimahullahu. Boleh jadi disebabkan karena alirannya terhambat sehingga gunung emas yang dimaksud yang tertutup tanah akan tersingkap. Dan dengan mengeringnya aliran air sungai Eufrat, maka akan semakin dekat pula tersingkapnya posisi gunung tersebut. Wallahu a’lam.” (Al-Qiyamah Al-Shughra, hal. 199-200)
Beberapa ulama berupaya untuk mengurai kapan hal ini akan terjadi atau sudah terjadi. Sebagian menyebutkan bahwa tanda ini akan muncul ketika kemunculan hewan melata, atau ketika keluarnya Imam Mahdi, sebagaimana disebutkan Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Fathul Bari (13: 81).
Sebagian ulama lain menyatakan pandangan peristiwa ini akan terjadi ketika Nabi Isa turun ke bumi. Karena di zaman itulah manusia bergelimang harta. Mungkin tersingkapnya emas di sungai Eufrat adalah salah satu sebabnya.
Akan tetapi, yang jelas tidak ada dalil pasti yang menunjukkan secara jelas bagaimanakah mengeringnya sungai Eufrat akan terjadi? Akan seperti apa saat itu? Kapan saat itu terjadi?
Yang perlu dipersiapkan umat Islam adalah bagaimana amalan kebaikan saat ini. Tidaklah seorang muslim menyibukkan diri untuk mencari informasi waktu terjadinya, melainkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin jika fitnah harta tersebut terjadi. Wallahualam
(Erha Aprili Ramadhoni)