Setelah Nabi naik ke atas Buraq, perjalanan dimulai menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem (Baitul Maqdis), Palestina. Dalam perjalanan ini, terjadi insiden menarik ketika Nabi dikejar oleh seorang jin bernama Ifrit yang membawa api yang menyala-nyala. Namun, Jibril mengajarkan kepada Nabi beberapa kalimat suci yang, jika dibacanya, akan membuat jin tersebut jatuh dan apinya mati.
Setelah mencapai Masjidil Aqsa, Nabi mengikat Buraq di sebelah barat masjid pada batu yang ditunjukkan Jibril dengan tangannya. Tempat ini kemudian dikenal sebagai "Tembok Buraq" dan menjadi saksi sejarah nyata dari peristiwa luar biasa ini. Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melakukan shalat dua rakaat, kemudian Jibril menghadirkan para nabi terdahulu dan meminta Nabi Muhammad untuk menjadi imam mereka dalam shalat berjamaah. Peristiwa ini menunjukkan keutamaan dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di antara para nabi utusan Allah.
Setelah menyelesaikan shalat di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad naik kembali ke atas Buraq dan melanjutkan perjalanan menuju langit. Dalam perjalanan ke langit ini, Nabi melewati tujuh lapisan langit dan di setiap lapisan bertemu dengan para nabi yang mulia: Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, Nabi Musa di langit keenam, dan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.
Perjalanan mencapai puncaknya ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Sidratul Muntaha, batas terakhir alam semesta yang merupakan tujuan akhir dari semua ketentuan langit dan bumi. Di tempat ini, Allah SWT menghadirkan Nabi Muhammad ke hadapan-Nya secara langsung, tanpa perantara malaikat seperti halnya para nabi lainnya, sebagai bukti kekhususan dan kemuliaan beliau.