JAKARTA - Jelang Ramadan 2026 yang dimulai sekitar 18 Februari, umat Islam di Indonesia ramai berziarah kubur untuk mengingat akhirat dan mendoakan ahli kubur, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Tradisi sunnah ini didukung Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ziarah kubur hukumnya sunnah bagi laki-laki maupun perempuan. Rasulullah SAW bersabda:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَة
"Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat." (HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Hakim).
Ulama menekankan niat yang ikhlas, berdoa dan muhasabah, tanpa meminta kepada ahli kubur.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْقُبُورِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ
Assalamu’alaikum ahlal qubuuri minal mu’miniina wal muslimiin
Artinya: "Salam untuk kalian penghuni kubur dari kaum mukmin dan muslim."