Syawal adalah momentum mempererat tali silaturahim dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat, serta berbagi dengan fakir miskin dan anak yatim. Muhasabah Syawal tidak hanya menyangkut ibadah, tetapi juga kualitas hubungan sosial, empati, dan kepedulian.
Dengan memanfaatkan Syawal sebagai ruang muhasabah, umat diharapkan tidak hanya kembali fitri di hari Idul Fitri, tetapi juga konsisten dalam kebaikan di hari-hari setelahnya. Jeda antara Ramadhan satu tahun dengan Ramadhan berikutnya menjadi proses perubahan diri yang nyata, bukan sekadar ritual tahunan yang berulang tanpa makna.
(Rahman Asmardika)