MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi meluncurkan operasi skala besar untuk melayani jemaah haji dan menjadikan proses ritual tahunan terbesar muslim dunia itu berjalan lancar. Sistem keamanan bukan hanya mencakup personel, namun juga penggunaan teknologi canggih dan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sistem AI antara lain digunakan untuk memantau arus kendaraan dan kepadatan jemaah secara real time di berbagai titik utama menuju kawasan suci seperti Mina, Arafah, Muzdalifah, dan Masjidil Haram. Teknologi ini juga membantu petugas menganalisis pola pergerakan serta mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
”Dukungan teknologi modern dan sistem AI menjadi upaya untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan risiko. Selain itu juga berguna meningkatkan kecepatan respons selama musim haji,” kata Panglima Pasukan Pertahanan Sipil Mayjen Hamoud bin Suleiman Al Faraj dalam konferensi pers di Pusat Kendali Terpadu 911, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026) waktu setempat.
Hadir dalam konferensi pers ini Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letjen Mohammed Al-Bassami, Komandan Pasukan Darurat Khusus Letjen Mohammed bin Maqbool Al Omari, dan Komandan Pasukan Paspor Haji Mayjen Dr Saleh bin Saud Al Muraba.
Okezone—bagian dari iNews Media Group—atas undangan Pemerintah Saudi melalui Kementerian Media turut mengikuti acara tersebut bersama perwakilan jurnalis dari berbagai negara. Dalam salah satu ruangan di 911 Center, ditunjukkan bagaimana sistem pintar itu bekerja.
AI digunakan untuk mendeteksi potensi kemacetan, mengatur jalur alternatif, dan mengurangi risiko kepadatan berlebihan selama puncak ibadah haji. Selain itu juga membantu identifikasi kendaraan maupun individu yang mencoba memasuki kawasan suci tanpa izin resmi.
Selain pengaturan lalu lintas, dalam laporan Saudi News, teknologi AI digunakan untuk memprediksi kepadatan massa berdasarkan data historis dan kondisi aktual di lapangan. Informasi tersebut membantu petugas mengatur jadwal pergerakan jemaah dan menghindari titik-titik rawan penumpukan.
Otoritas Saudi menyebutkan, hingga Jumat sore lebih dari 1,518 juta jemaah dari luar negeri telah tiba di Arab Saudi. Lebih dari 1,457 juta di antaranya masuk melalui jalur udara. Para jamaah secara bergelombang akan bergerak menuju Padang Arafah untuk melaksanakan Wukuf pada 26 Mei 2026.
Komandan Pasukan Paspor Haji Mayjen Saleh bin Saud Al Muraba menegaskan, peningkatan pengawasan dan pengendalian arus jemaah menjadi perhatian utama Pemerintah Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga terus memperketat sistem izin, pengaturan pergerakan, dan infrastruktur keselamatan untuk mencegah semua risiko.
Terkait pelaksanaan haji tahun ini, Saudi telah mengungkap 7.733 pelanggar aturan residensi, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan yang mencoba memasuki Makkah secara ilegal.
Petugas keamanan juga menolak masuk sekitar 366.000 orang tanpa izin resmi di berbagai pintu masuk Makkah serta menyita ribuan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pelanggar aturan haji.
(Fahmi Firdaus )