JAKARTA - Kejujuran merupakan salah satu akhlak utama yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran tidak hanya dibutuhkan dalam ucapan, tetapi juga dalam pekerjaan, perdagangan, keluarga, pendidikan, kepemimpinan, hingga bermedia sosial. Orang yang membiasakan diri berkata dan bersikap jujur akan dituntun oleh Allah menuju kebaikan, keberkahan, dan keselamatan.
Khutbah Jumat berikut ini bertema “Pesan Rasulullah tentang Kejujuran”, sebagaimana dilansir dari laman NU Online.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالصِّدْقِ وَالْأَمَانَةِ، وَنَهَانَا عَنِ الْكَذِبِ وَالْخِيَانَةِ. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَنَسْأَلُهُ الْهِدَايَةَ وَالثَّبَاتَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، الَّذِيْ عَلَّمَنَا أَنَّ الصِّدْقَ طَرِيْقٌ إِلَى الْبِرِّ، وَأَنَّ الْبِرَّ طَرِيْقٌ إِلَى الْجَنَّةِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Pada kesempatan Jumat yang mulia ini, Khatib ingin mengajak kita semua untuk bertakwa kepada Allah. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi, larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Di Jumat yang mulia ini, Khatib juga ingin mengajak kita semua merenungkan salah satu pesan besar Rasulullah saw., pesan tentang kejujuran. Kejujuran mungkin terdengar sederhana. Anak kecil pun tahu bahwa jujur itu baik dan bohong itu buruk. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat bahwa kejujuran tidak selalu mudah dilakukan.
Kadang seseorang ingin jujur, tetapi takut kehilangan keuntungan. Ingin jujur, tetapi takut dimarahi. Ingin jujur, tetapi malu mengakui kesalahan. Ingin jujur, tetapi khawatir jabatan, nama baik, atau kepentingannya terganggu.
Karena itu, Rasulullah saw. tidak hanya menyebut kejujuran sebagai akhlak biasa. Rasulullah menjadikannya sebagai jalan menuju kebaikan, bahkan jalan menuju surga.