Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 10 Juli 2026 10:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: 

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتّٰى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ صِدِّيْقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتّٰى يُكْتَبَ عِنْدَ اللّٰهِ كَذَّابًا

Artinya: "Dari Abdullah bin Mas‘ud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun kepada surga. Seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha menjaga kejujuran hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Dan jauhilah dusta, karena dusta menuntun kepada keburukan, dan keburukan menuntun kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan membiasakan diri berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Hadits ini sangat dalam maknanya. Rasulullah tidak hanya mengatakan, “Jujurlah.” Tetapi Rasulullah menjelaskan jalan hidup manusia. Jika seseorang terbiasa jujur, kejujuran itu akan menariknya kepada kebaikan-kebaikan lain.

Orang yang jujur biasanya lebih mudah amanah. Orang yang jujur biasanya lebih hati-hati dalam bekerja. Orang yang jujur biasanya lebih takut kepada Allah. Dari satu kejujuran, muncul kebaikan-kebaikan berikutnya. 

Sebaliknya, dusta juga seperti itu. Satu kebohongan sering melahirkan kebohongan berikutnya. Orang yang berbohong hari ini, besok harus menutupinya dengan kebohongan lain. Lama-lama hatinya terbiasa. Awalnya malu berbohong, kemudian menjadi biasa, lalu akhirnya tidak merasa bersalah lagi. 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Inilah yang dijelaskan oleh Syekh Rasyid Ahmad al-Kankuhi dalam kitab al-Kaukabud Durri 'ala Jami' at-Tirmidzi ketika menerangkan hadits ini. Beliau menjelaskan bahwa kebiasaan melakukan satu sifat baik akan menarik seseorang kepada sifat baik yang lain. Sebaliknya, kebiasaan melakukan sedikit keburukan bisa menarik seseorang kepada keburukan yang lebih banyak.​​​​​

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya