Khutbah Jumat: Di Era Viral, Jangan Kehilangan Rasa Malu kepada Allah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2026 09:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, 

Sifat dan sikap malu akan memberi panduan bagi kita untuk menahan diri dari melakukan hal-hal negatif khususnya di media sosial. Sikap malu akan menyadarkan kita bahwa Allah swt senantiasa melihat apa yang kita lakukan. Allah berfirman:

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ ۝١٤ 

Artinya: “Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?" (QS. Al-'Alaq: 14)  

Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada satu pun aktivitas kita yang luput dari pengawasan Allah. Setiap komentar yang kita tulis, setiap gambar yang kita unggah, setiap video yang kita tonton, semuanya diketahui oleh Allah Swt Karena itu, sebelum memainkan jemari, kita harus bertanya kepada diri sendiri, "Apakah saya rela jika amal ini diperlihatkan di hadapan Allah pada hari kiamat?"  

Selain terekam dalam sistem teknologi, segala aktivitas kita juga terekam dan abadi dalam catatan para malaikat Allah swt. Disebutkan dalam Al-Qur’an:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ ۝١٨ 

Artinya: "Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 18) 

Jika setiap ucapan dicatat, maka tulisan, komentar, unggahan, dan berbagai aktivitas kita di dunia digital pun termasuk dalam tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا ۝٣

Artinya: “Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra’: 36).

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Lalu bagaimana cara menumbuhkan rasa malu kepada Allah? Hal ini bisa dilakukan dengan memperkuat keyakinan bahwa Allah Swt senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik dan perbuatan kita. Jika kita menyadari bahwa kita selalu berada dalam pengawasan Allah, maka kita akan lebih berhati-hati dalam berbicara, bertindak, maupun menggunakan media sosial.  

Selain itu, kita harus memilih lingkungan digital yang baik. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengajak kepada ilmu, akhlak mulia, dan amal saleh. Bukan mereka yang gemar menyebarkan sensasi, kemaksiatan, atau keburukan dan hanya mengejar materi dan popularitas.  

 

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya