Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masjid Mungil Itu Cikal Bakal Berdirinya Ponpes Besar

Mukhtar Bagus , Jurnalis-Selasa, 14 Agustus 2012 |10:30 WIB
Masjid Mungil Itu Cikal Bakal Berdirinya Ponpes Besar
Masjid Gedang (Dok: Sindo TV/Mukhtar Bagus)
A
A
A

JOMBANG - Sebuah masjid mungil berusia hampir 2 abad menjadi cikal bakal berdirinya pondok pesantren (ponpes) besar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
 
Tak disangka, nama besar Jombang yang terkenal dengan sebutan Kota Santri juga berawal dari bangunan seukuran musala bernama Masjid Gedang ini.

Masjid Gedang terletak di Dusun Gedang, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kota Jombang. Dilihat dari ukuran yang hanya 6x10 meter persegi, setiap orang mungkin mengira bangunan itu hanya musala biasa.

Namun, siapa sangka jika bangunan itu merupakan masjid yang menjadi cikal bakal berdirinya sejumlah ponpes besar di Jombang, seperti Ponpes Tambakberas, Denanyar, dan Tebuireng.

Masjid Gedang didirikan oleh KH Abdussalam, ulama asal Solo, Jawa Tengah, yang juga pasukan dari Pangeran Diponegoro, pada 1826 silam.

Setelah mengikuti Perang Padri dan Pangeran Diponegoro ditangkap pasukan penjajah Belanda, KH Abdussalam melarikan diri ke Jawa Timur bersama 25 anak buahnya. Mereka kemudian menetap di Desa Tambakrejo yang saat itu masih hutan belantara.

KH Abdussalam kemudian mendirikan masjid dan pesantren untuk menyiarkan Islam. Sebanyak 25 orang anak buahnya menjadi santri pertama. Sejak itu, santri KH Abdussalam bertambah dan Desa Tambakrejo menjadi perkampungan padat.

Selama tinggal di Tambakrejo yang kemudian berganti menjadi Tambakberas, KH Abdussalam memiliki dua putra, yakni Kiai Usman dan Kiai Said.

Kiai Usman membesarkan ponpes di Tambakberas, sedangkan Said memilih mendirikan pesantren baru di Desa Keras, Kecamatan Diwek.

Kiai Said kemudian mempunyai putra bernama KH Hasyim Asyari (kakek Abdurrahman Wahid), yang kemudian mendirikan Ponpes Tebuireng dan pendiri organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama.

Dalam pembangunannya, Masjid Gedang, tidak menggunakan semen, seperti bangunan pada saat ini. Hanya batu bata, pasir, dan kapur saja. Meski demikian, bangunan itu tetap berdiri kokoh hingga sekarang.

Konstruksi bangunan tetap dibiarkan sesuai aslinya, mulai dari enam tiang, bedug, kubah, hingga dinding masjid.

Meski Ponpes Tambakberas memiliki bangunan dengan lembaga-lembaga pendidikan yang modern dan megah, Masjid Gedang tetap dibiarkan apa adanya.

(Anton Suhartono)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement