Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antara Masjidil Haram, Babus Salam dan Sunnah Nabi

Annisa Aprilia , Jurnalis-Rabu, 26 Juli 2017 |12:06 WIB
Antara Masjidil Haram, Babus Salam dan Sunnah Nabi
A
A
A

Salah satu alasan yang tidak memungkinkan ada masjid yang arsitekturnya menyerupai Masjidil Haram ialah curah hujan yang tinggi di Indonesia. Sehingga, lebih sering ditemui bentuk masjid seperti Masjid Nabawi yang identik dengan kubah menutupi bagian tengahnya. Kubah-kubah ini biasanya dibuat seindah mungkin agar dapat memikat hati jamaah dan beribadah di masjid.

Kekhasan arsitektur Masjidil Haram tersebut hadir pula dari pintunya yang memiliki kisah tersendiri. Zuhairi Misrawi dalam bukunya mengatakan, “Ketika pertama kali menginjakkan kaki di lokasi Masjidil Haram, aku dan teman-teman langsung mencari pintu Al Salam (Babus Salam), artinya kedamaian. Masuk dari pintu tersebut diyakini oleh sebagian kalangan sebagai pilihan untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.”

Namun, sayangnya, menemukan pintu Al Salam tidaklah mudah. Pasalnya, Masjidil Haram mempunyai banyak pintu. Secara keseluruhan, di Masjidil Haram terdapat 129 pintu. Dengan empat buah pintu utama dan 45 buah pintu biasa yang dibuka selama 24 jam setiap hari. Uniknya lagi, masing-masing pintu di Masjidil Haram memiliki nama, di antaranya Shafa, Darul Arqam, Ali, Abbas, Nabi, Bani Syaibah dan pintu lainnya.

Beberapa jamaah haji meyakini masuk ke Masjidil Haram dari Babus Salam sesuai dengan sunnah Nabi SAW, sehingga akan mendatangkan keberkahan. Terlepas dari keyakinan tersebut, yang jelas masuk melalui Babus Salam akan dapat langsung melihat Kakbah, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail. Sejarah mencatat, saat menaklukkan Makkah, Nabi Muhammad SAW memilih masuk Masjidil Haram melalui pintu Al Salam atau Babus Salam (Al Salam Gate).

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement