Rosidin melanjutkan, lalu bagaimana prosedurnya? Jadi, setelah jamaah dinyatakan meninggal secara medis oleh tim kesehatan Indonesia, informasi tersebut kemudian diteruskan ke pemerintah Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendapatkan COD (certificate of Dead) dan untuk mendapatkan layanan kematian dari Pemerintah Arab Saudi.
Dengan adanya COD tersebut, pemerintah Indonesia juga menjadi lebih pasti terhadap kematian jamaah asal Indonesia. "Bukan meninggal katanya-katanya doang. Nah, COD itu juga yang akan diberikan pada ahli waris jamaah yang meninggal," tambahnya.
Setelah menerima jenazah, pemerintah Arab Saudi lah yang akan memandikan sampai akhirnya mayat berada di liang lahat. Nah, sekadar informasi, biasanya sehabis salat wajib, di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram diadakan salat jenazah. "Itu kenapa jamaah yang meninggal di tanah suci sangat dimuliakan oleh semua jamaah," ulas Rosidin.
(Baca Juga: Sulit Menemukan Makam Ummul Muslimin, Aisyah di Baqi)
Pemakamannya sendiri sederhana. Tidak ada batu nisan, jadi hanya sebuah batu penanda dan gundukan tanah. Terkait lokasi pemakamannya, Rosidin menyatakan, jika di Madinah, jamaah dikebumikan di Baqi. Sedangkan, ketika di Makkah, mayat dikuburkan di Soraya. "Tempat tersebut memang menjadi pemakaman umum bagi jamaah haji yang wafat saat beribadah," papar dia.