Advertisement
Advertisement

Keistimewaan Jamaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2017 |16:04 WIB
Keistimewaan Jamaah Haji yang Meninggal di Tanah Suci
Makam Baqi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga meriwayatkan, ada orang yang ikut wukuf bersama Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba terpelanting dari untanya hingga lehernya patah, lalu Nabi menyarankan

اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلا تَمَسُّوهُ طِيباً، وَلا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ وَلا تُحَنِّطُوهُ، فَإِنَّ اللهَ يَبْعَثُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مُلَبِّياً

Mandikan dia dengan air dan bidara. Jangan dikasih wewangian, dan jangan ditutupi kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat, dalam kondisi membaca talbiyah. (Bukhari 1265 & Muslim 2948).

Terkait dengan meninggalnya calon jamaah haji dan jamaah haji dan dimakamkannya mereka di tanah suci, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo Jember KH Muhyiddin menceritakan, memang ada persepsi yang beredar di masyarakat dimana mereka yang meninggal di tanah suci, terhindar dari siksa kubur. Sebab, jasadnya berada di tanah haram.

Namun, persepsi tersebut juga tidak bisa ditelan mentah-mentah. Kiai Muhyiddin menyatakan, tergantung amal perbuatan masing-masing. "Jadi, tidak ada yang bisa memastikan bagaimana dengan nasib almarhum atau almarhumah di alam sana. Semua tergantung pada perbuatan manusia itu sendiri semasa hidup," ulasnya.

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement