Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Rentan Terkena Nyeri Sendi, Berikut Tips Sederhana untuk Mencegahnya

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Senin, 28 Agustus 2017 |14:29 WIB
Jamaah Haji Rentan Terkena Nyeri Sendi, Berikut Tips Sederhana untuk Mencegahnya
A
A
A

Sebanyak 203.065 jamaah haji dan 2.534 petugas kloter asal Indonesia saat ini sudah berada di Tanah Suci. Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, sekira 83 % jamaah berusia di atas 50 tahun, sedangkan usia di bawah 50 tahun hanya 17 %.

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, ahli nyeri dari Klinik Onta Merah Pain and Spine Center, Jakarta, pada usia tersebut kesehatan seseorang mulai mengalami penurunan. Untuk jamaah haji yang berusia di atas 50 tahun, nyeri lutut dan pinggang merupakan masalah kesehatan yang paling sering diderita. Kenapa?

Sebelumnya menjawabnya, perlu diketahui, tubuh manusia terdiri dari 206 tulang, dan 230 sendi baik yang menopang tubuh secara langsung dan tidak. Normalnya, pada usia muda, baik tulang maupun sendi tidak mengalami masalah, tulang rawan sendi (cartilage) masih tebal melindungi dengan baik kapsul sendi, serta jaringan sekitarnya seperti otot dan penghubung sendi. Namun, dengan bertambahnya usia, dipengaruhi beberapa faktor seperti pekerjaan dan gaya hidup, daerah sendi yang tadinya normal akan mengalami kerusakan.

“Usia diatas 40 tahun, wanita kegemukan, pekerjaan dan aktivitas atau olahraga berlebih serta faktor genetik. Memiliki kontribusi terhadap kerusakan sendi. Tak hanya di lutut, kerusakan sendi dapat terjadi di semua bagian tubuh seperti tulang belakang, pinggang, dan tangan," jelas dr Mahdian baru-baru ini.

Sementara itu, dalam ibadah haji dan umrah, ritual tawaf dan sa’i merupakan rukun yang harus dikerjakan. Baik tawaf dan sa’i keduanya dilakukan dengan berjalan kaki. Satu putaran tawaf jika dilakukan di lantai 2 Masjidil Haram jaraknya bisa mencapai jarak 1 km. Jika dilakukan 7 kali putaran, setidaknya jamaah haji menempuh jarak 7 km. Belum lagi sa’i, prosesi untuk mengenang gerak Siti Hajar antara bukit Safa dan Marwah ketika kebingungan mencari air, jaraknya mencapai 500 m, maka untuk tujuh kali jalan tersebut jamaah harus berjalan hingga 3,5 km.

“11 kilometer untuk prosesi tawaf dan sa’i, bagi mereka usia di atas 50 tahun, apalagi yang memiliki masalah sendi dan faktor risiko seperti obesitas, tentunya dapat menganggu kenyamanan ibadah haji,” tutur dr Mahdian.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement