"Aplikasi nantinya akan lebih mudah dilacak oleh panitia, serta bisa diketahui siapa petugas-petugas haji yang paling dekat letaknya untuk kemudian memberikan bantuan," tuturnya.

Ia mencontohkan, misalnya terlacak jamaah yang berputar-putar tak jelas di area tertentu, petugas bisa mendatangi dan menawarkan bantuan.
Aplikasi haji pintar yang bakal dikeluarkan Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) tersebut merupakan generasi termutakhir sejak dikembangkan pada 2015.
Pada aplikasi terbaru ini ditambahkan beberapa fitur baru, seperti Alquran, jadwal shalat, informasi ziarah baik di Makkah dan Madinah, nilai tukar rupiah terkini, dan rencana perjalanan ibadah haji. "Jadi ia semacam ensiklopedia haji,” kata Sri.