Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyusuri Jejak Rasulullah Mengubah Arah Kiblat Masjid Qiblatain di Madinah

Amril Amarullah , Jurnalis-Selasa, 04 September 2018 |17:35 WIB
Menyusuri Jejak Rasulullah Mengubah Arah Kiblat Masjid Qiblatain di Madinah
Masjid Qiblatain, salah satu masjid tertua di Madinah, yang terletak di pusat kota. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)
A
A
A

Ketika Okezone menyambangi Masjid Qiblatain, tampak kesederhanaan, namun tetap memiliki kekhasan sebagai salah satu masjid tua di Madinah. Sayangnya, meski sudah banyak umat muslim yang tahu sejarah dan keberadaan masjid tersebut, para jamaah haji yang melakukan ziarah atau salat di masjid tersebut masih sepi.

Hal itu tentu berdampak pada sepinya para pedagang yang menjajakan daganganya di sekitaran Masjid Qiblatain. Mereka terlihat hanya santai duduk-duduk saja, tidak ada aktivitas jual beli, padahal ini adalah musim haji.

Zulmunir, salah seorang pedagang asal Madura mengaku, sudah satu minggu ini berdagang di pelataran masjid, belum banyak rombongan jamaah haji Indonesia yang datang. "Kalaupun ada, palingan perorangan saja," ujar Zulmunir resah.

Suasana di dalam Masjid Qiblatain di Kota Madinah, Arab Saudi. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

Masjid dengan luas mencapai 3.920 meter persegi ini, awalnya hanya memiliki luas 425 meter persegi. Namun, oleh Pemerintah Arab kemudian masjid itu diperluas.

Masjid Qiblatain terletak di jantung Kota Madinah. Terdiri atas dua lantai, luas ruang utama 1.990 meter persegi dengan daya tampung 2.000 jamaah, serta luas balkon sekira 400 meter persegi. Di bagian barat daya terdapat kamar untuk imam, muadzdzin dan penjaga masjid.

Tempat wudu yang cukup luas terdapat di lantai bawah, mampu menampung 120 orang. Uniknya, di dalam halaman masjid, terdapat taman yang ditanami pohon besar dan kecil, menambah suasana asri dan kesejukan di tengah panas menyenangat hingga 43 derajat Celsius.

Halaman Masjid Qiblatain tampak asri dengan adanya pepohonan (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

Bangunan dengan gaya arsitektur kuno namun terlihat modern ini, menggambarkan sebuah masjid penuh sejarah dan kenangan masa lalu. Bercat putih, dengan langit dinding merah bata terbuat dari ukiran kayu.

Di bagian dalam tergantung dengan megahnya lampu gantung berbentuk bulat berjumlah tiga buah saling berjajaran. Sementara untuk menerangi halaman luar di sekeliling masjid dipakai lampu sokle yang ditaruh di atas tiang-tiang.

Setiap tiang-tiang masjid terukir ornamen yang diambil dari khazanah seni Islam yang begitu indah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement