Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada 2017, sang model mendeskripsikan hijabnya sebagai "mahkotanya" dan menjelaskan bagaimana perancang bereaksi terhadap hak perempuan untuk memilih: "Hampir mengejutkan kita belum melihat model mengenakan jilbab. Itu [mengenakan hijab] semestinya normal, itu seharusnya tidak berbeda dengan model lainnya. "
Pada tahun yang sama ia menjadi model mengenakan jilbab pertama yang muncul di sampul majalah utama AS.

Pemimpin redaksi Allure, Michelle Lee, mengatakan kepada BBC bahwa majalah itu sangat bangga dengan Halima sebagai gadis sampul edisi Juli 2017. "Amerika adalah, dan selalu menjadi, sebuah wadah peleburan. Citra kecantikan Amerika sangat beragam hari ini, dan Halima memiliki kisah yang luar biasa."
Burkini awalnya dirancang oleh Aheda Zanetti, seorang Muslim Australia. Zanetti mengatakan niat di balik pakaian itu adalah agar memungkinkan perempuan Muslim untuk berpartisipasi dalam gaya hidup pantai Australia. "Aku ingin anak perempuanku tumbuh dengan memiliki kebebasan memilih," katanya.
Tetapi burkini tetap kontroversial terutama di Perancis di mana pihak berwenang di beberapa kota Prancis telah mengusulkan pelarangan pakaian ini, dengan alasan itu menentang undang-undang tentang sekularisme.
Merespons kontroversi burkini di Prancis, Zanetti mengatakan : "Apa yang mereka coba kontrol? Mengapa mereka tidak memberi mereka hak untuk keluar dan menjalani gaya hidup normal?" dia berkata.
"Aku harus berterima kasih kepada orang-orang yang memiliki pendapat tanpa benar-benar mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan perempuan, dan itu adalah pilihan."
(Muhammad Saifullah )