Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zakat Berapa Persen dari Gaji? Berikut Panduannya

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2026 |16:40 WIB
Zakat Berapa Persen dari Gaji? Berikut Panduannya
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh Muslim berpenghasilan jika mencapai nisab tertentu. Menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), zakat ini wajib dibayarkan untuk semua penghasilan yang halal setelah haul satu tahun, atau langsung saat diterima jika cukup nisab.

Lantas, berapa besar nisab zakat penghasilan dan berapa persen yang harus disisihkan untuk dibayarkan? Berikut penjelasannya.

Pengertian Zakat Penghasilan 

Zakat penghasilan adalah bagian dari zakat mal yang dikeluarkan dari hasil usaha, gaji, atau jasa halal, termasuk karyawan swasta maupun pegawai negeri.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menetapkan nisab zakat penghasilan 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun, berdasarkan harga emas 85 gram. Fatwa MUI menetapkan bahwa penghasilan bersih dihitung setelah dikurangi kebutuhan pokok sehari-hari, lalu dikeluarkan 2,5 persen jika mencapai nisab.

Zakat penghasilan bisa dibayarkan bulanan meski syarat syariah terpenuhi tahunan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement