Sepasang suami istri mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita sebagai pasangannya harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Salah satu kekurangan pasangan mungkin adalah merasakan cemburu yang berlebihan tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu terhadap pasangan kita.
Terkadang kecemburuan yang berlebihan itu dapat memancing emosi dalam diri kita, sehingga membuat diri kita marah. Marah yang terjadi itu akan membuat permasalahan yang terjadi semakin menggebu-gebu sehingga terjadilah pertikaian antara suami dan istri.
Walaupun begitu, pasangan suami istri itu memang wajar untuk saling cemburu bahkan memang diwajibkan untuk cemburu dengan pasangannya sendiri.
”Cemburu sama pasangan sendiri sebenarnya tidak salah dan memang suatu yang sifat manusiawi dan juga diwajibkan dalam hubungan suami istri. Namun cemburunya juga jangan sampai berlebihan karena dapat menimbulkan hal-hal yang akan memperburuk keadaan seperti bertengkar dan yang dicemburui juga harus mengerti batasan-batasan yang tidak diperbolehkan antara laki-laki dan perempuan agar tidak menimbulkan kecemburuan tersebut” ucap Ustadz Arif saat diwawancarai oleh Okezone, belum lama ini.
Ustadz Arif Khuzaini, S.A., S.Pd.I, Guru sekaligus Wakil kepala dari Pondok Pesantren Tebuireng 2 Jombang juga menyampaikan bahwa cemburu yang wajar dalam Islam ada batasan-batasannya.