nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontroversi Doa Berbuka Puasa, Bagaimana Penjelasannya?

Harisah Chamil, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 11:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 06 618 2052007 kontroversi-doa-berbuka-puasa-bagaimana-penjelasannya-Z2h7tztZoW.jpg Kontroversi doa berbuka puasa (Foto: Tripadvisor)

Sudah pasti siapapun yang beragama Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, terutama pada bulan ramadan. Orangtua yang memiliki anak kecil kemungkinan juga mengajarkan anak mereka sejak dini untuk belajar berpuasa sebagai mestinya. Dengan seperti itu mereka dapat belajar untuk menahan lapar, haus dan juga menahan emosi.

Tetapi, ternyata ada kontroversi yang di mana ketika membaca doa berbuka puasa mempunyai beberapa dalil. Bagi masyarakat umum doa berbuka puasa yang lazim dibaca, yaitu: “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu."

Lalu ada sebagian yang lain melafal doa yang didukung hadits shahih riwayat Abu Dawud, yaitu: “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah.”

Lalu, apakah benar doa berbuka puasa yang dilafalkan oleh masyarakat selama ini hanya bisa pada hadist? Apakah benar kualitas hadist riwayat Abu Dawud terkait doa berbuka puasa lebih shahih dibandingkan hadits yang diamalkan oleh masyarakat selama ini?

Hadits riwayat Abu Dawud berbunyi sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”

Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."

(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Doa

Sementara Doa yang lazim yang dilafalkan oleh masyarakat yaitu Doa yg diambil dari hadits riwayat Bukhori Muslim :

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birohmatika yaa arhamar roohimiin"

Artinya : "Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."

Ustadz Fauzan Amin, Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia mengatakan, bahwa kedua doa-doa tersebut merupakan hadits Nabi. Riwayat Abu Daud dan riwayat Bukhori Muslim, keduanya merupakan dalil yang shahih. Walaupun yang umum dipakai adalah riwayat Bukhori Muslim.

Ada juga ulama yang menggabungkan kedua doa-doa tersebut menjadi sebuah doa. Saat biasa baca di indonesia, itu boleh-boleh saja selama tidak merusak makna pada teks hadits tersebut.

Ustadz Fauzan Amin menambahkan, bahwa keduanya boleh saja dilafalkan dan tidak perlu diperdebatkan. Namun dari sisi makna atau substansi hadits lebih relevan bagi buka puasa dengan melafalkan doa menggunakan riwayat Bukhori.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini