Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kontroversi Doa Berbuka Puasa, Bagaimana Penjelasannya?

Harisah Chamil , Jurnalis-Senin, 06 Mei 2019 |11:40 WIB
Kontroversi Doa Berbuka Puasa, Bagaimana Penjelasannya?
Kontroversi doa berbuka puasa (Foto: Tripadvisor)
A
A
A

Sudah pasti siapapun yang beragama Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, terutama pada bulan ramadan. Orangtua yang memiliki anak kecil kemungkinan juga mengajarkan anak mereka sejak dini untuk belajar berpuasa sebagai mestinya. Dengan seperti itu mereka dapat belajar untuk menahan lapar, haus dan juga menahan emosi.

Tetapi, ternyata ada kontroversi yang di mana ketika membaca doa berbuka puasa mempunyai beberapa dalil. Bagi masyarakat umum doa berbuka puasa yang lazim dibaca, yaitu: “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu."

Lalu ada sebagian yang lain melafal doa yang didukung hadits shahih riwayat Abu Dawud, yaitu: “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah.”

Lalu, apakah benar doa berbuka puasa yang dilafalkan oleh masyarakat selama ini hanya bisa pada hadist? Apakah benar kualitas hadist riwayat Abu Dawud terkait doa berbuka puasa lebih shahih dibandingkan hadits yang diamalkan oleh masyarakat selama ini?

Hadits riwayat Abu Dawud berbunyi sebagai berikut:

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement