Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebutuhan Ramadan Didominasi Makanan dan Kosmetik

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 07 Mei 2019 |19:00 WIB
Kebutuhan Ramadan Didominasi Makanan dan Kosmetik
Kebutuhan kosmetik (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

Yongky yang juga merupakan board expertHippindo dan Aprindo ini mengungkapkan, pada tiga tahun terakhir belanja untuk kebutuhan Lebaran meningkat di minggu ketiga Ramadan atau mendekati hari raya. Akibatnya, terjadi penurunan pertumbuhan produk konsumsi Lebaran yang sebelumnya tumbuh 30%, namun tiga tahun terakhir hanya sekitar 7%. “Tiga tahun terakhir hanya 7% karena memang ekonomi sedang ketat dan fokus konsumen juga sekarang pada gadget dan travel,”ungkapnya. Di kuartal pertama 2018, pertumbuhan penjualan produk konsumsi hanya single digit.

Namun, memasuki kuartal kedua 2018 mulai meningkat karena banyak insentif dari pemerintah seperti pemberian bonus kepada ASN. Jika dibandingkan pola konsumen produk konsumsi Indonesia dan negara lain memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dengan negara maju. Yongky menuturkan, bila ekonomi suatu negara dikatakan maju, maka peran saat perayaan hari tertentu akan semakin kecil ke arah produk konsumsi. “Konsumen yang daya belinya naik, mereka fokus pada tamasya, menginap di hotel, makan enak di restoran. Beli baju tidak harus menunggu THR karena sepanjang tahun mereka bisa membelinya,” tuturnya.

 

Yongky mengharapkan, ke depan THR di Indonesia akan dipakai untuk hadiah seperti membeli mainan ataupun gadgetseiring perubahan konsumsi masyarakat menuju arah indulgence category. Direktur Marketing Kantar World Panel Fanny Murhayati mengatakan, ketika penurunan frekuensi mulai pulih, konsumen membatasi konsumsi mereka untuk melihat banyak kategori produk konsumsi lain yang lebih menarik. “Banyak promosi dalam kategori perawatan rumah dan kebutuhan pribadi yang lebih menarik sehingga dalam perjalanan konsumen mencari suatu produk mereka akan menemukan sesuatu yang baru dan kemudian tertarik untuk membelinya,” ujar Fanny.

Fanny mengungkapkan, perilaku ini dipimpin oleh kelas atas sementara kelas menengah ke bawah tetap menunjukkan kecenderungan untuk cara belanja tradisional. Namun, setengah dari kategori FMCG dipastikan masih tumbuh positif dan 22% di antaranya masih mampu menarik lebih banyak pembeli. Sedangkan momen Ramadan dan Lebaran, Kantar World Panel mencatat pada 2018 pertumbuhan sangat terbatas karena deflasi harga yang cukup dalam. Namun, sejumlah unit tumbuh secara eksponensial dibandingkan dengan sebelumnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement