nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Astronot Beribadah Salat dan Berpuasa di Pesawat Luar Angkasa?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 21:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 24 615 2060138 bagaimana-astronot-beribadah-salat-dan-berpuasa-di-pesawat-luar-angkasa-UnuUXfWLeJ.jpg Beribadah di Luar Angkasa (Foto: Pixabay)

Dalam menjalankan profesi apapun, setiap orang harus siap dengan risiko yang akan ditanggung. Mulai dari yang menyangkut pekerjaan hingga hal lain seperti beribadah. Tak sedikit orang yang harus mencuri-curi waktu untuk beribadah karena keterbatasan. Entah itu karena banyaknya tugas maupun situasi dan kondisi yang kurang kondusif.

Ambil contoh pekerjaan sebagai astronot atau angkasawan. Saat berada di luar angkasa, tentu ada kesulitan tersendiri untuk menunaikan ibadah. Bagi seorang angkasawan yang beragama Islam, terdapat tata cara khusus untuk beribadah seperti salat dan berpuasa.

Channel Youtube Durianator mengunggah sebuah video yang menerangkan cara umat muslim beribadah ketika berada di luar angkasa. Video berdurasi hampir 5 menit itu dibuat berdasarkan pengalaman angkasawan asal Malaysia Dr. Sheikh Muszaphar dan hasil kesepakatan 150 ulama dalam forum JAKIM. Forum yang diadakan selama berbulan-bulan itu membahas tentang tata cara salat dan ibadah di dalam pesawat International Space Station (ISS) atau pesawat luar angkasa.

Hal pertama yang dibahas dalam video tersebut adalah kaidah berwudhu. Disebutkan jika penggunaan air di dalam pesawat luar angkasa sangat minimum. Malah lantaran terpengaruh gravitasi mikro air tidak akan jatuh melainkan melayang. Oleh karenanya, wudhu di pesawat luar angkasa boleh tidak menggunakan air melainkan dengan teknik tayammum.

“Tanah atau debu pun mustahil dibawa ke dalam pesawat angkasa karena faktor keselamatan. Oleh karenanya, angkasawan dibolehkan menepuk dinding, kursi, atau cermin,” ujar narasi dalam video tersebut seperti yang Okezone kutip, Jumat (24/5/2019). Berkaitan dengan hal tersebut, untuk membersihkan hadas besar atau kecil bisa menggunakan tisu.

Kemudian untuk menentukan arah kiblat, dalam forum disepakati jika astronot yang hendak salat boleh mengubah arah hingga 180 derajat dalam satu sesi. Para ulama menetapkan penentuan kiblat mengikuti kemampuan angkasawan. Namun ada urutannya antara lain Kaabah, unjuran Kaabah, bumi, dan arah mana saja. Selain itu, angkasawan disarankan untuk mengikat tubuh di bagian tertentu saat hendak melakukan salat karena harus dalam posisi statis.

Berbicara tentang waktu salat, idealnya umat muslim menunaikan salat 5 waktu dalam waktu 24 jam. Namun saat berada di pesawat luar angkasa, hanya dibutuhkan waktu 90 menit untuk mengelilingi bumi. Logikanya, astronot muslim yang berada di dalam pesawat luar angkasa harus menunaikan 80 salat fardhu lantaran dalam waktu 24 jam pesawat sudah mengelilingi bumi sebanyak 16 kali.

Akan tetapi, para ulama sepakat jika angkasawan diberikan kelonggaran untuk tetap menjalankan salat lima waktu selama 24 jam. “Waktu salatnya disesuaikan dengan lokasi pesawat lepas landas. Kelonggaran ini boleh dipraktekkan sesuai dengan kaidah rukhsah dan darurat yang memudahkan seorang muslim beribadah dalam keadaan bermusafir,” terang narasi video.

Terakhir, mengenai aturan berpuasa di pesawat luar angkasa. Secara garis besar, aturannya sama dengan salat. Angkasawan muslim diperbolehkan menjalani puasa sesuai dengan waktu pesawat lepas landas. Artinya, jadwal sahur, imsak, dan berbuka mengikuti jadwal di lokasi pesawat lepas landas.

“Jika memberatkan dan menimbulkan masalah, angkasawan boleh meninggalkan puasa, tetapi perlu menggantikannya. Islam tidak menghalangi umatnya mencapai kesuksesan di dunia karena Allah telah memilih manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk memakmurkan. Marilah kita sama-sama menjadikan dunia ini sebagai tempat yang lebih baik melalui keterlibatan di bidang sains dan teknologi,” tandas narasi video.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini