Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekuatan Hipnotherapi-Spiritual

Kekuatan Hipnotherapi-Spiritual
Hipnotherapi dan alam bawah sadar manusia
A
A
A

Hipnotherapi adalah salah satu therapi yang menggunakan hypnosis untuk mengubah kesadaran ke dalam bawah sadar. Hipnosis dilakukan sampai seseorang menjadi sangat tenang, damai atau khusuk (baca: dalam agama Islam) agar seseorang mudah diarahkan dan dikendalikan. Kemudian mensetting alam bawah sadarnya sesuai tujuannya.

Dalam psikologi modern, kesuksesan manusia sangat ditentukan oleh otak kanan (bawah sadar) sebanyak 88%, dan sisanya ditentukan oleh otak kiri (alam sadar)sebanyak 18%. Sangat berbanding jauh, otak kanan dengan kemampuannya sampai 88% menjadinya lebih dominan daripada otak kiri.

Hanya saja terkadang alam bawah sadar membutuhkan Re-Instal terhadap apa saja yang telah masuk ke dalamnya. Misalnya, jika yang masuk di bawah sadar seseorang adalah depresi, marah, trauma, marah, atau stres terhadap suatu kejadian, maka teknik memperbaikinya dengan cara mengaktifkan bawah sadarnya dan men-sugestinya dengan yang kalimat positif.

Nilai psikologi yang dimasukkan adalah kalimat-kalimat positif, seperti percaya, sabar, baik, dermawan, pemaaf, lemah lembut, ridha, ikhlas, khusyuk, tenang dan rendah hati dan lainnya.

Hal ini tidak jauh pula dengan prinsip-prinsip Islam yang mengajarkan tentang kebaikan, kemuliaan, kedermawanan, dan tata nilai spiritual. Hanya saja jika psikologi positif hanya mengajarkan tentang kalimat positif, maka dalam Islam ada kepercayaan (yakin) bahwa kesembuhan adalah hak mutlak Allah. Maka butuh pula spiritualitas dalam Hipnotherapy.

Hipnotherapi-spiritual berarti terapi terhadap gejala-gejala psikologi negatif disertai nilai spiritualitas. Hipnotherapi-spiritual menggunakan empat varians dalam menerapi, yaitu: (1) Sugesti, (2) Afirmasi, (3) Tapping, (4) Vibrasi, dan (5) Spirituality. Setelah dilakukan therapy-spiritual diharapankan bisa berdampak baik pada tiga segmentasi kehidupannya yaitu, hilangnya masalah (psikologi), derita penyakit (fisik), dan tumbuhnya kebahagia (nilai).

Oleh: Ustadz Masrur Huda

(Dai Ambassador Dompet Dhuafa)

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement