Ketua Dewan Pembina wihara, Jusuf Hamka, yang juga merupakan tokoh Muslim Tionghoa Indonesia, menyebut ini adalah tahun kedua di mana umat wihara bergotong royong menyiapkan makanan buka puasa gratis setiap harinya selama bulan puasa.
Makanan sebanyak 300 porsi per hari itu, kata Jusuf, dibeli dari warteg-warteg sekitar untuk menjamin makanan tersebut halal. Dengan begitu, tambahnya, kegiatan tersebut juga menguntungkan usaha-usaha di sekitar wihara.

Jusuf menambahkan kegiatan itu didanai umat-umat wihara yang sangat antusias dan mengumpulkan uang sekitar Rp 300 juta untuk kegiatan itu.
"Saya berharap teman-teman yang ekonominya mampu, kita harus merangkul mayoritas karena kita perlu kesatuan dan persatuan. Kita satu bangsa tanpa embel-embel pribumi dan nonpribumi," ujarnya.
Ia mengakui hingga saat ini memang kegiatan lintas agama seperti itu masih lebih aktif diinisasi kelompok minoritas. Tapi, ia mengatakan yakin kedepannya kelompok agama mayoritas juga bisa melakukan hal serupa.

"Yang kita rajut dulu dari yang minoritas merangkul mayoritas," kata Jusuf.
"Nanti dari mayoritas pelan-pelan juga dengan sendirinya kalau melihat minoritasnya sangat baik, sangat memperhatikan, pasti yang mayoritas berbondong-bondong, bukan hanya untuk berinteraksi, tapi menjaga yang minoritas," katanya.