nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siapa Saja Mahram, Orang yang Haram Dinikahi!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 10 616 2064995 siapa-saja-mahram-orang-yang-haram-dinikahi-fK46qeJioP.jpg Mahram dalam Agama Islam (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

BANYAK orang menikah karena saling mencintai. Namun sebenarnya cinta saja tidak cukup untuk membina rumah tangga. Banyak hal yang perlu diperhatikan termasuk soal aturan dalam agama.

Dalam agama Islam, tidak semua orang bisa dinikahi meskipun ada rasa cinta yang begitu dalam. Menurut Ustaz Abdul Malik Mughni, dalam fiqih ada istilah mahram atau orang yang haram dinikahi. Hal ini biasanya berkaitan dengan sentuhan fisik yang bisa membatalkan wudhu dan berkaitan dengan aurat.

"Dengan mahram, kita bersentuhan kulit tidak membatalkan wudhu. Batasan auratnya juga lebih longgar," ujar ustadz yang juga Pengurus LTN PBNU saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, belum lama ini.

Penjelasan tentang mahram laki-laki ada dalam Surat An-Nur Ayat 31.

"Janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka..." (QS An-Nur: 31).

Ustadz Malik mengatakan jika dalam Surat An-Nisa dijelaskan mahram perempuan. "Mereka adalah perempuan yang haram dinikahi karena disebabkan hubungan kekerabatan ada 7 tujuh yaitu ibu, anak perempuan, saudara perempuan, anak perempuannya saudara laki-laki (keponakan), anak perempuannya saudara perempuan (keponakan), bibi dari ayah, dan yang terahir bibi dari ibu," tuturnya.

Dalam Al-Qur'an disebutkan:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ

Artinya: “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan seper susuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, (diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 23).

Berdasarkan penjelasan yang tertuang dalam kedua surat tersebut, maka umat muslim diharamkan untuk menikahi orang-orang yang disebutkan di atas.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini