nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai Dibuka, Spot Baru Menikmati Keindahan Kakbah dari Ketinggian Ratusan Meter

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 00:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 13 615 2066204 mulai-dibuka-spot-baru-menikmati-keindahan-kakbah-dari-ketinggian-ratusan-meter-Z6d1I7zyLj.jpg Menikmati Keindahan Kakbah dari Ketinggian

SEPERTI jutaan muslim lainnya, Cory Ireza , melakukan perjalanan ke Makkah untuk beribadah di Masjidilharam. Usai beribadah, ia menemukan daya tarik baru di tanah suci, yaitu Museum Zamzam Tower yang lokasinya selemparan batu dari Kakbah. Dari ketinggian sekira 601 meter, keindahan Kakbah betul-betul dapat dinikmati.

Dilansir dari Dailymail, Kamis (13/6/2019) setelah melakukan ritual umrah, Ireza bersama suami, Dodi dan dua anaknya berkunjung ke museum yang berlokasi di puncak gedung tertinggi ketiga di dunia, Zamzam Tower. Mereka ingin menikmati keindahan Kakbah dari ketinggian.

Tower Zamzam menawarkan keindahan melihat kakbah dari ketinggian

Menghadap Kakbah, museum Zamzam Tower yang berlantai empat di bagian atas gedung Abraj Al-Bait telah dibuka sebulan lalu. Museum tersebut dipenuhi dengan model dan struktur astronomi serta beragam benda menarik lainnya. Ya, pemerintah Arab Saudi memang bertujuan untuk memikat lebih banyak wisatawan datang negaranya, dengan membuka banyak destinasi wisata baru.

"Museum ini memungkinkan kita membawa keluarga tidak hanya untuk beribadah tetapi juga untuk beberapa kegiatan tambahan dan rekreasi," kata Ireza.

Melihat ke bawah dari ketinggian sekitar 601 meter (hampir 2.000 kaki) ketika ribuan jamaah berjalan di sekitar Kakbah, Dodi mengatakan dia merasa "sangat emosional".

Lusinan pengunjung lain juga menikmati pemandangan masjid yang indah, kota suci yang luas dan pegunungan berwarna hitam di sekitarnya.

Zamzam Tower memiliki empat sisi, dengan masing-masing sisi berukuran 43 x 43 meter (47 yard), adalah yang terbesar di dunia dengan berat sekitar 36.000 ton. Bangunan ini 35 kali ukuran jam di Westminster London, yang dikenal dengan sebutan Big Ben.

Tower Zamzam saat siang hari

Dilengkapi dengan instrumen perlindungan terhadap terjangan hujan, badai pasir dan angin, Zamzam Tower dilapisi oleh mosaik kaca sebanyak 100 juta lembar yang dihiasi dengan lembaran emas 24 karat. Menara Jam ini adalah bangunan bertingkat tinggi di kompleks tujuh menara, terdiri dari 3.000 kamar dan apartemen hotel.

Kompleks Hotel Abraj Al-Bait adalah proyek multi-miliar dolar yang dibangun setelah pembongkaran benteng Ajyad Ottoman yang bersejarah pada tahun 2002 yang memicu keretakan diplomatik Arab Saudi dan Turki. Jam ini memiliki puncak menara setinggi 128 meter (420 kaki) dengan sabit emas 23 meter di atasnya. Dari lokasi ini dijamin keindahan Kakbah dan Kota Makkah bakal tersaji.

Pada malam hari lebih dari dua juta LED menerangi jam, membuatnya terlihat lebih dari jarak delapan kilometer (lima mil). Lampu-lampu di bawah jam dinyalakan lima kali sehari sebagai pertanda waktu salat (shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya).

Setiap bagian bawah dari ada 4 sisi bertuliskan salawat dan kalimat thayiban lain. Sementara pada atap menara terdapat tulisan lafaz Allah. Pada siang hari lampu terlihat berwarna putih, sementara pada malam hari dominan warna hijau.

Tower Zamzam terlihat saat malam hari

Di antara lusinan pengunjung museum, Amro Mohammed Masadi dari Arab Saudi, sibuk membaca informasi yang tertulis di papan kaca. "Awalnya, saya pikir itu hanya jam dengan jarum yang normal, tetapi saya menemukan hal yang luar biasa. Saya mempelajari informasi baru tentang usia alam semesta, galaksi dan hal-hal lain," kata Masadi, pengunjung lain dari Yaman.

Miniatur angkasa di museum tower zamzam

Di lantai pertama museum, pengunjung diperkenalkan ke miniatur alam semesta, langit, dan galaksi dengan ilustrasi audio. Lantai kedua dikhususkan untuk matahari dan bagaimana bulan dan bumi berputar di sekitarnya.

Pengunjung di lantai tiga dapat mempelajari instrumen dan metode yang digunakan untuk menentukan waktu, dan balkon yang menghadap ke Masjidilharam berada di lantai paling atas. Ketika azan berkumandang, Masadi dan pengunjung lainnya berdiri dalam barisan di belakang pagar untuk salat dhuhur.

Pengunjung museum tower zamzam jamaah salat dhuhur

Museum ini dikelola oleh MISK, sebuah organisasi nirlaba yang dipimpin putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Pengawas museum Yaseen al-Mleaky mengatakan Makkah Royal Clock Tower dikunjungi 1.200 pengunjung dalam sehari, dengan biaya masuk USD40 (150 Riyal) atau sekira Rp600 ribu, sejak dibuka pada pekan kedua di bulan Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini