2. Shajarat al-Durr
Ratu lain yang menyandang gelar Sultana adalah Shajarat al-Durr. Ia mendapat kekuasaannya di Kairo pada 1250 Masehi. Bahkan, Ia membawa kemenangan bagi kaum Muslim selama Perang Salib dan menangkap Raja Prancis, Louis IX.
Shajarat al-Durr (yang namanya berarti dalam bahasa Arab ‘untaian mutiara'), memiliki nama kerajaan al-Malikah Ismat ad-Din Umm-Khalil Shajarat al-Durr. Ia menjadi Sultana Mesir pada 2 Mei 1250, yang menandai berakhirnya pemerintahan Ayyubiyah dan dimulainya era Mamluk. Ia adalah seorang janda dari Sultan Ayyubiyah as-Salih Ayyub yang berperan penting setelah kematiannya selama Perang Salib Ketujuh melawan Mesir (1249-1250). Dalam perjalanan hidup dan karier politiknya, Shajarat al-Durr, memainkan banyak peran dan berpengaruh besar dalam sistem pemerintahannya. Ia adalah seorang pemimpin militer, seorang ibu, sekaligus seorang sultana yang sukses besar hingga kekuasaannya jatuh pada tahun 1257. Shajarat al-Durr meninggal di Kairo pada tahun 1257.