Share

Simak! Ini Hukum Membuka Aib Istri

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 614 2074060 simak-ini-hukum-membuka-aib-istri-Z0eXTGsvYH.jpg Aib istri harus ditutupi (Foto: The Tempest)

Sepasang suami istri haruslah saling menjaga kepercayaan masing-masing. Ini agar kehidupan rumah tangga dapat berjalan harmonis.

Jika ada aib, pasangan sebisa mungkin tidak mengumbarnya. Permasalahan yang terjadi cukup suami dan istri saja yang tahu.

Apabila sebaliknya, ada bahaya begitu besar yang akan dihadapi. Mengumbar aib pasangan dapat menghilangkan kepercayaan dan bisa merusak rumah tangga.

nikah

(Foto: 64Bitz)

Mengumbar aib sering muncul tanpa disadari. Misalnya dari mengobrol atau mencurahkan isi hati kepada teman. Akibat keasyikan, aib pasangan tanpa sengaja diceritakan.

Suami dan istri layaknya pakaian dan tubuh. Pakaian memiliki kegunaan untuk menutup aurat, memperindah diri bahkan membuat tubuh merasa lebih tenang jika ada pakaian yang menutupinya.

Dirangkum oleh Okezone dari berbagai sumber, Rabu (03/7/2019), jika pasangan membuka aib pasangannya, sama dengan menunjukkan aib pada dirinya. Suami dan istri adalah satu kesatuan dalam rumah tangga.

Islam melarang seorang suami atau istri mengungkapkan aib masing-masing pasangannya kepada orang lain dengan tujuan yang tidak dibenarkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhori dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Dan siapa yang menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Barang siapa yang menutupi aib saudaranya Muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya Muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.”

Begitu juga larangan Islam dari menceritakan dan mengungkapkan rahasia hubungan mereka berdua di tempat tidur kepada orang lain berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Sa’id Al Khudri berkata, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.”

Lalu bagaimana jika suami istri membuka hubungan suami istri dengan tujuan konsultasi ke dokter? Lembaga Pengkajian Fikih Islam dalam muktamarnya di Brunei Darusaalam tahun 1993 memberikan catatan soal ini. Pertama, hukum asal dalam rumah tangga itu adalah larangan membeberkan rahasia. Menceritakan aib tanpa ada keperluan yang dianggap sah juga dilarang.

Keperluan yang bisa dianggap sah adalah jika ternyata menyimpan rahasia justru bisa membahayakan. Dalam hal ini lembaga tersebut membolehkan seorang suami istri melakukan konsultasi kepada dokter ahli. Dengan catatan kesepakatan bersama dan ditimbang jika tidak melakukan konsultasi justru akan mendatangkan mudarat. Semisal memeriksakan penyakit agar bisa mendapatkan keturunan.

Lembaga tersebut juga mengingatkan, sang dokter dilindungi kode etik agar tetap menjaga rahasia pasien sehingga menceritakan kepada dokter ahli mengandung jaminan jika aib seseorang tidak akan disebarkan untuk kepentingan lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini