nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Makin Agresif Bidik Turis Muslim Timur Tengah

Intan Afika, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 14:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 04 615 2074593 malaysia-makin-agresif-bidik-turis-muslim-timur-tengah-pWN7fWaM61.jpg Wisata Malaysia (Foto: Australian Security)

Malaysia terus berupaya menjaring turis dari berbagai negara Muslim di dunia Arab. Bahkan Malaysia menobatkan negaranya jadi surga kosmopolitan dan halal.

Dengan pantai-pantainya yang masih asli dan memiliki beragam budaya, Malaysia menjadi magnet bagi wisatawan Timur Tengah.

 wisata

(Foto: CN Traveller)

Seperti dilansir dari Arab News pada Rabu (3/7/2019), Malaysia terus berbenah di dunia pariwisata halal. “Malaysia menikmati hubungan baik dengan Timur Tengah. Orang Arab akan selalu merasa diterima di Malaysia. Kami saling menghormati satu sama lain,” kata Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Mohamaddin Haji Ketapi.

“Malaysia memiliki masyarakat multikultural. Ada banyak kelompok etnis yang hidup bahagia dan damai di negara ini.” tambahnya.

Dijajah oleh Inggris, para migran dari Tiongkok dan India dibawa ke Malaysia sebagai buruh. "Negara ini adalah campuran orang Melayu, Cina, dan India," kata Haji Ketapi.

Malaysia memiliki banyak tempat untuk dikunjungi selain Ibu Kota Kuala Lumpur. Ada Penang, Melaka, Kepulauan Langkawi, dan Sabah.

"Di Timur Tengah, sebagian besar pengunjung berasal dari Arab Saudi, Oman, Yaman, Yordania, UEA dan negara-negara GCC (Dewan Kerjasama Teluk) lainnya," kata Haji Ketapi.

Pada 2018, hampir 33.000 turis Arab mengunjungi Malaysia. Berarti Malaysia mengalami kenaikan turis dari 27.000 tahun sebelumnya.

Jumlah wisatawan Arab diperkirakan akan semakin meningkat karena Malaysia terus memposisikan dirinya sebagai surga yang ramah bagi Muslim dan halal.

Haji Ketapi mengatakan, turis Saudi menghabiskan $ 257 per kapita saat berlibur di Malaysia. Ini menunjukan bahwa turis Saudi paling banyak mengeluarkan uang dibandingkan dengan pengunjung dari Inggris, AS, dan Australia.

“Baru-baru ini, kami berada di Dubai mempromosikan Malaysia untuk menarik lebih banyak orang Arab. Mereka dianggap sebagai turis kelas atas," terang Haji Ketapi.

“Ketika mereka datang ke Malaysia, mereka dapat menghabiskan hingga enam atau tujuh malam, atau bahkan lebih. Mereka tinggal lebih lama di Malaysia daripada beberapa turis lain,” tambahnya.

Turis Saudi menghabiskan rata-rata 10,1 malam liburan di Malaysia. "Mereka datang ke Malaysia untuk perawatan kesehatan, berbelanja, dan berlibur," kata Haji Ketapi.

"Beberapa dari mereka bahkan datang ke sini untuk bisnis. Mereka memiliki bisnis restoran. Itu sebabnya Anda dapat dengan mudah menemukan restoran Arab."

Tahun ini, Malaysia masuk peringkat oleh Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index sebagai tujuan perjalanan teratas bagi turis Muslim selama sembilan tahun berturut-turut.

“Makanan halal dapat dengan mudah ditemukan di negara ini. Mayoritas penduduknya adalah Muslim,” kata Haji Ketapi.

Wisatawan Muslim dapat pergi ke mana saja di negara ini tanpa kesulitan. Masjid pun ada di mana-mana. Saat Ramadhan, ada banyak turis Timur Tengah yang mengunjungi Malaysia.

Di setiap hotel, pusat perbelanjaan, dan bandara, wisatawan Muslim dapat menemukan ruang salat dengan papan petunjuk yang menunjuk ke Makkah.

Air Arabia juga segera terbang dari Bandara Internasional Sharjah ke Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk membawa lebih banyak wisatawan dari negara-negara Arab.

"Orang Arab dapat dengan mudah belajar tentang Malaysia hanya dengan mengklik satu tombol," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini