nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Larang Anak-anak Muslim Renang karena Berhijab, Kota di AS Ganti Rugi 50 Ribu Dolar

Sabtu 06 Juli 2019 19:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 06 614 2075520 larang-anak-anak-muslim-renang-karena-berhijab-kota-di-as-ganti-rugi-50-ribu-dolar-bNuvrMz9XI.jpg Kolam renang tak boleh diskriminatif (Foto: Home Away)

Sekelompok siswa sekolah Muslim telah kembali ke kolam renang umum setelah setahun pejabat lokal memaksa mereka untuk meninggalkan kolam renang karena pakaian renang mereka yang sopan.

 renang

(Foto: The Local Denmark)

Siswa sekolah dasar dari Akademi Darul-Amaanah diminta untuk meninggalkan kolam Foster Brown di Delaware pada Juni 2018. Anak-anak itu ikut perkemahan pengayaan bahasa Arab musim panas saat mereka diminta meninggalkan kolam renang. Mereka mengenakan kemeja katun dan celana dengan dilengkapi hijab.

Namun manajer kolam renang publik Foster Brown di AS tersebut meminta mereka pergi. Ia menyatakan, anak-anak itu melanggar kebijakan kota karena mengenakan baju berbahan kapas di kolam renang umum.

Kepala Sekolah Darul-Amaanah Tahsiyn A. Ismaa'eel mengatakan, ia telah membawa siswa ke kolam renang selama tiga tahun sebelum kejadian menyedihkan itu.

"Tidak ada aturan yang menyebutkan orang tak boleh berenang dengan pakaian terbuat dari kapas," kata Ismaa'eel pada tahun 2018, menurut The News Journal.

Pada saat yang sama, ada anak-anak lain dengan baju terbuat dari kapas berenang di kolam renang publik itu. Lalu saya bertanya, "Mengapa anak-anak saya diperlakukan berbeda?"

Manajer itu kemudian menyuruh seorang polisi datang dan menanyakan jam berapa anak-anak sekolahnya itu pergi.

Seperti dilansir Independent, insiden ini menjadi berita utama nasional dan internasional dan menyebabkan gugatan diskriminasi yang diajukan oleh kelompok Muslim tersebut terhadap Kota Wilmington.

Walikota Mike Purzycki awalnya membela manajer kolam renang dan mengatakan kebijakan itu dibuat karena kapas bisa menimbulkan risiko keamanan. Namun akhirnya Purzycki kemudian meminta maaf karena disorot media.

"Saya minta maaf kepada anak-anak yang diusir dari kolam kota karena pakaian hijab yang mereka kenakan," katanya.

Kota Wilmington sejak saat itu setuju untuk membayar 50.000 Dolar kepada kelompok Muslim yang mengalami diskriminasi itu. Jumlah tersebut termasuk pembayaran untuk masing-masing dari tujuh anak Muslim yang terkena dampaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini