Kisah Milenial yang Memilih Taaruf untuk Cari Pendamping Hidup

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 08 614 2075927 kisah-milenial-yang-memilih-taaruf-untuk-cari-pendamping-hidup-4FPjHblfbL.jpg Kisah Udin memilih taaruf (Foto: Spell Wazifa)

SAAT mendengar kata taaruf, hal yang pertama kali terbesit dalam benak pastilah proses mencari pendamping hidup secara Islami. Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan antara laki-laki dan perempuan yang kemungkinan akan menjadi pasangan hidup.

Proses mencari pasangan dengan cara taaruf diyakini dapat menghindari umat Muslim dari perbuatan zina, sebab Islam tidak menghalalkan pacaran karena sama halnya mendekati zina.

Namun di tengah gemerlap pergaulan anak muda zaman sekarang, masih adakah dari mereka yang tidak pacaran? Mungkin kisahnya hanya segelelintir saja, seperti cerita Udin (nama samaran) yang bertemu jodohnya melalui taaruf.

Cincin pernikahan

Bercerita kepada Okezone, Udin yang masa sekolah menengahnya dihabiskan belajar agama di pesantren, mengaku awalnya Ia tidak ada pikiran untuk taaruf. Namun pada suatu ketika, sang Paman memberi tawaran untuk mengenalkan Udin kepada putri sahabatnya yang berusia 1 tahun lebih tua dari Udin. Udin yang pada saat itu berusia 20 tahun menerima tawaran tersebut, karena menurutnya sang Paman memang memiliki niatan baik.

Singkat cerita setelah beberapa kali pertemuan keluarga, Udin mulai nyaman dengan keluarga tersebut. Ia mulai memantapkan diri untuk menuju jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

"Karena saat itu saya merasa saya sudah siap, ya kenapa enggak nikah? Apalagi nikah itu ibadah dan menyempurnakan setengah agama." jelas Udin yang menikah pada 2017.

Udin juga bercerita mengapa Ia sangat yakin dengan perempuan yang kini menjadi Istrinya tersebut meski dikenalnya melalui taaruf. Dijelaskan olehnya sebuah Hadits Riwayat al-Bukhari, tentang wanita dinikahi karena 4 perkara.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung."

Udin kembali menjelaskan, "Dia (istri Udin) hartanya baik, dari keturunan atau keluarga yang baik-baik pula, wajahnya cantik itu bonus, yang paling penting ilmu agamanya baik. Langsung yakin deh, kalo dia memang jodoh yang baik untuk saya. Berbekal hafalan 3 Jus, saya berani menikahi dia."

 Ilustrasi menikah

Udin juga sempat menceritakan hal lucu tentang kisah taarufnya. Udin yang saat itu baru saja masuk ke perguruan tinggi memberi kabar kepada teman-teman kuliahnya bahwa Ia akan segera menikah. Lantas kabar tersebut membuat teman-teman Udin kaget dan heboh.

"Ya mereka kaget, awalnya tidak percaya kalau saya mau nikah. Tapi saat diundang, mereka datang ramai-ramai ke pernikahan saya. Kasih selamat dan juga doa. Ada yang minta doa juga, karena juga ingin cepat nikah." kenang udin sambil tertawa.

Setelah satu tahun menikah, Udin menerangkan bahwa ada banyak hal menyenangkan yang bisa Ia lakukan bersama istri. "Senang aja, tiap pulang kuliah, di rumah ada yang menyambut, makan disiapin sama istri. Ya kita seperti orang pacaran saja. Main berdua, bermesraan berdua, tapi malah dapat pahala, berbeda sama orang pacaran yang bisa menjerumus ke zina dan menambah dosa." terang Udin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini